Pecahkan Rekor Tempe, Warga Semarang “Gruduk” Kantor Gubernuran

BNews—SEMARANG— Mengendarai mobil bak terbuka sembari berorasi, puluhan warga Kebonharjo Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang “gruduk” kantor gubernuran, siang tadi (23/10). Mereka ingin bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Sontak aksi itu mengundang perhatian sejumlah pejabat di Lingkup Pempov Jawa Tengah. Beberapa orang Nampak memfoto dan memvideo aksi itu.

Advertisements


Namun ternyata, mereka tidak sedang ingin berunjuk rasa. Puluhan warga ini ingin memamerkan prestasi mereka yang tercatat di Lemabaga Prestasi Indonesaia Dunia (Leprid) beberapa waktu lalu. Warga memecahkan rekor penyajian tumpeng mini terbanyak. “Totalnya ada 9990 tumpeng,” kata Ketua Panitia Pemecahan Rekor Dunia Slamet Semedi.


“Kami spontan saja, ingin bertemu Pak Ganjar atau Gus Yasin untuk mengabarkan prestasi ini. Kami hanya ingin foto bersama,” kata Slamet.

Namun, karena Gubernur Jateng tidak ada di lokasi, Wagub Taj Yasin yang langsung menemuinya. Di depan Gus Yasin, mereka memamerkan piagam yang diperoleh.

Slamet menerangkan, pemecahan rekor Leprid tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia. Dalam kesempatan itu, warga berhasil membuat tumpeng berbahan tempe sebanyak 9.999 buah.

Selain ingin mengabarkan tentang keberhasilan warga memecahkan rekor, kedatangan warga Kebonharjo juga sebagai upaya meminta dukungan menjadikan kampung kebudayaan. Sebab di lokasi itu, seni kebudayaan sudah berjalan dengan baik.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi capaian warga Kebonharjo. Mereka yang berhasil memecahkan Rekor Leprid, datang ke kantor Gubernuran untuk berbagi kebahagiaan.

“Saya senang sekali, mereka datang ke kantor kami untuk menunjukkan prestasi. Sebenarnya pengen ketemu pak Gubernur, tapi karena beliau tugas di luar kota, jadi saya yang menemui. Semoga tetap puas ya,” kata Gus Yasin.

Gus Yasin juga menyambut baik upaya masyarakat Kebonharjo menjadikan kampungnya sebagai kampung kebudayaan. Dengan begitu, maka akan banyak orang datang ke kampung tersebut untuk menikmati kebudayaan. Pastinya, ekonomi masyarakat akan terangkat.

“UKM di Kebonharjo pasti terangkat. Kami akan terus memberikan dukungan agar potensi masyarakat terus berkembang,” tutupnya. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: