Hasil Autopsi Juliana Marins Terungkap! Ini Penyebab Tragis Kematian Pendaki Asal Brasil di Rinjani
- calendar_month Jum, 27 Jun 2025

Hasil Autopsi Juliana Pendaki Brasil Alami Luka Paling Parah di Dada_foto ist
BNews-NASIONAL – Hasil autopsi terhadap Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang ditemukan tak bernyawa di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat; mengungkapkan bahwa korban meninggal akibat luka berat yang disebabkan oleh benturan keras.
Dokter Spesialis Forensik RS Bali Mandara, Ida Bagus Putu Alit, menjelaskan bahwa luka paling parah ditemukan di area dada.
Luka tersebut, lanjutnya terjadi akibat kekerasan tumpul, yang menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ vital di tubuh bagian dalam.
“Jadi kalau kita lihat yang paling terparah, itu adalah yang berhubungan dengan pernapasan. Yaitu ada luka-luka terutama di dada-dada; terutama di dada-dada bagian belakang tubuhnya. Itu yang merusak organ-organ di dalamnya,” ujar Ida Bagus Putu Alit dalam konferensi pers, Jumat (22/6/2026).
Selain luka di dada, Alit juga menyebutkan bahwa Juliana mengalami luka lecet geser di sekujur tubuh, terutama di bagian punggung; serta anggota gerak atas dan bawah. Tak hanya itu, luka juga ditemukan di area kepala.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, perkiraan waktu kematian Juliana terjadi sekitar 20 menit setelah mengalami luka benturan.
“Jadi kalau kita perkirakan paling lama 20 menit. Tidak ada bukti yang kita dapatkan bahwa korban ini meninggal dalam waktu yang lama dari lukanya,” imbuhnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Lebih lanjut, Alit menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda hipotermia sebagai penyebab kematian. Ia menjelaskan bahwa korban tidak menunjukkan ciri-ciri luka yang biasa ditimbulkan oleh hipotermia.
“Tanda-tanda adanya hipotermia itu luka-luka yang ditimbulkan dari hipotermia tidak ada. Jadi luka-luka yang ditimbulkan oleh hipotermia itu adalah luka pada ujung-ujung jari. Jadi lukanya berwarna hitam, ini tidak ada luka. Berarti bisa kita katakan bahwa tidak ada hipotermia,” jelas Alit.
Menurutnya, penyebab utama kematian Juliana adalah kekerasan akibat benturan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan hebat dalam rongga tubuh.
Cek Video Viral dan Video Update di BorobudurNewsTV (KLIK DISINI)
“Kalau kita lihat penyebabnya yang langsung itu pasti kekerasan. Jadi kita juga melihat adanya pendarahan yang memang jumlahnya sudah begitu besar dalam rongga tubuhnya. Jadi yang menyebabkan langsung itu adalah kekerasannya, jadi benturannya,” tegas Alit.
Sebagai informasi, Juliana Marins tewas setelah terjatuh di salah satu tebing curam di kawasan Gunung Rinjani.
Peristiwa tragis ini sempat menyita perhatian luas, baik di Indonesia maupun di Brasil, menyusul proses evakuasi yang memakan waktu cukup lama. Netizen Brasil ramai-ramai memberikan perhatian di media sosial, menggaungkan solidaritas dan simpati atas insiden yang menimpa Juliana. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News




Saat ini belum ada komentar