Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pekerja Tertimbun Longsor Saat Gali Mata Air di Temanggung, Berhasil Diselamatkan

Pekerja Tertimbun Longsor Saat Gali Mata Air di Temanggung, Berhasil Diselamatkan

  • calendar_month 19 menit yang lalu

BNews-JATENG- Seorang pekerja tertimbun material longsor saat menggali tanah untuk mencari sumber mata air di Dusun Kiayu, Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Tim SAR gabungan bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat setelah melakukan proses penyelamatan selama kurang lebih dua jam, Kamis (8/10/2026) petang.

Korban diketahui bernama Ikhsanudin (35), warga Dusun Drono, Desa Drono, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung.

Meski berhasil diselamatkan dari timbunan tanah, korban mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki sehingga harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.

Kronologi Pekerja Tertimbun Longsor di Temanggung

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban sedang menggali tanah untuk mencari sumber mata air yang nantinya dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan pengairan di Desa Drono, Kecamatan Tembarak.

“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui sedang melakukan penggalian tanah untuk mencari sumber mata air yang nantinya akan dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan pengairan di Desa Drono, Kecamatan Tembarak,” jelas Totok.

Berdasarkan informasi yang diterima petugas di lokasi, penggalian tanah telah mencapai kedalaman sekitar enam meter dengan lebar kurang lebih satu meter.

Namun, kondisi tanah yang tidak stabil menyebabkan dinding galian longsor hingga material tanah menimpa korban yang sedang bekerja di dalamnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI

Peristiwa tersebut membuat pekerja lain di lokasi berupaya melakukan penyelamatan secara mandiri. Akan tetapi, kondisi medan yang sulit serta adanya risiko longsor susulan membuat proses evakuasi membutuhkan bantuan petugas.

Tim SAR Temanggung Evakuasi Korban Selama Dua Jam

Salah seorang pekerja kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Temanggung. Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Proses penyelamatan berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi tanah dan risiko longsor susulan di sekitar area penggalian.

“Saat itu pekerja yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan evakuasi secara mandiri. Namun, kondisi medan yang sulit serta risiko longsor susulan membuat proses penyelamatan membutuhkan bantuan petugas. Salah satu pekerja kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Temanggung. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi korban,” jelas Totok.

Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan Ikhsanudin dari timbunan tanah dalam kondisi selamat.

Korban selanjutnya membutuhkan penanganan medis akibat patah tulang pada bagian tangan dan kaki. Ia kemudian harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi tanah dan keselamatan kerja, terutama saat melakukan penggalian dengan kedalaman cukup besar. Kondisi tanah yang tidak stabil berpotensi menimbulkan longsor dan membahayakan pekerja di lokasi. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less