Pemkab Magelang Gelar Review Antisipasi Erupsi, Ada Apa Dengan Merapi ?

BNews–MUNGKID– Pemkab Magelang terus melakukan persiapan ancaman erupsi Gunung Merapi ditengah Pandemi Covid-19. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kegiatan review rencana kontigensi di Pendopo Kantornya kemarin, (2/9/2020).

Dalam hal ini Bupati Magelang diwakili oleh, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto dalam sambutannya mengatakan, sangat menyambut positif kegiatan tersebut. Yakni pendampingan dalam review rencana kontigensi (Rekon) sebagai upaya dini menghadapi ancaman letusan Gunung Merapi tahun 2020.

“Kegiatan Rekon tersebut nantinya akan mempermudah Pemkab Magelang dalam melaksanakan peran, tugas dan fungsinya pada saat terjadi kondisi darurat,” katanya.

Diketahui bersama, Kata Dia bawha sejak tahun 2018 Gunung Merapi sudah mengalami erupsi dan eksplosif sebanyak 14 kali. Untuk itu Pemkab Magelang berupaya mematangkan Rekon dengan harapan dapat mengantisipasi erupsi Gunung Merapi di tengah Pandemi Covid-19.

“Rencana Kontigensi ini merupakan gambaran pelaksanaan dan pegangan bersama dalam penanganan erupsi Merapi di Kabupaten Magelang, utamanya ditengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda,” imbuhnya.

Lanjut Adi, sesuai informasi dari BPPTKG menyampaikan bahwa saat ini badan Gunung Merapi sudah mengalami penggembungan.

Melihat devormasi yang terjadi, BPPTKG memperkirakan prilaku erupsi merapi akan mirip dengan erupsi tahun 2006. Dimana ancaman jangka pendek, yakni apabila kubah lava tumbuh hingga mencapai volume kritis, kemudian longsor membentuk awan panas maka akan disertai letusan eksplosif.

Loading...

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Melihat kondisi tersebut, Pemerintah bersama Pak Kalak BPBD Kabupaten Magelang perlu melakukan penyusunan review rekon erupsi Gunung Merapi. Karena rekon yang disusun tiga tahun yang lalu (2017) sudah tidak relevan dengan kondisi Gunung Merapi terkini,” paparnya.

Apalagi dimasa Pandemi ini penyusunan Rekon erupsi merapi harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto melaporkan bahwa, tujuan utama dkegiatan tersebut adalah memperbaharui data dari Rekon sebelumnya pada tahun 2017.

“Kemudian hal yang kedua, dari informasi BPPTKG aktivitas Gunung Merapi menunjukan peningkatan sehingga menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan Pemkab Magelang,” jelas Edi.

Ia juga menambahkan, penerapan penanganan pengungsian Merapi beberapa tahun lalu akan sangat berbeda dengan penerapan pengungsian pada saat ini, utamanya di tengah Pandemi Covid-19.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

“Dulu ketika kita mengatakan semuanya berkumpul di suatu tempat, maka semuanya akan berkumpul. Namun saat ini kita harus mengatakan jaga jarak karena protokol kesehatan,” ungkap Edi.

Sementara menurutnya, kapasitas pengungsian TEA yang dulu dirasa cukup memadahi, dengan protokol kesehatan karena Pandemi Covid maka fasilitas tersebut akan berkurang. Melihat kondisi tersebut, maka melalui kegiatan Rekon ini kita harus mengetahui seberapa banyak masyarakat yang akan dilayani.

Diketahui, pada KRB III terdapat 3 Kecamatan yakni Dukun, Srumbung, dan Sawangan serta 19 desa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi letusan Gunung Merapi.

“Jumlah Penduduk di 3 Kecamatan yang terdampak ini sebanyak 60.000 jiwa yang harus kita layani. Sehingga kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, merancang serta mempetakan kekuatan kita seberapa, ancamannya apa, dan harus melakukan apa,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: