Pemkab Magelang Gelar Upacara Kemerdekana RI Ke-75 Secara Sederhana

BNews–MUNGKID– Pemkab Magelang tetap menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Halaman Kantor Bupati Magelang (17/8/2020). Namun, dalam pelaksanaanya dilakukan secara sederhanan dan memaputih protokol kesehatan.

Hal ini karena pandemi covid-19 masih melanda wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Magelang. Oleh sebab itu, jumlah peserta upacara kali ini dibatasi dari setiap instansi dan harus mengenakan masker serta menjalankan social distancing (jaga jarak). Para peserta upacara pun hanya boleh yang berusia 45 tahun kebawah, dan juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang.

“Meskipun masa Pandemi Covid, semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus terus ditingkatkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja nyata. Tentunya yang dilandasi spirit kegotongroyongan dan jiwa perjuangan dalam membangun Indonesia,” ungkap dalam. sambutan Bupati Magelang, Zaenal Arifin.

Menurutnya, krisis di masa Pandemi ini harus dijadikan momentum untuk membuat lompatan berarti menuju kejayaan dan kemajuan bangsa Indonesia tercinta.

“Jangan kendor semangat kita untuk terus berjuang melawan pandemi. Justru jadikan pandemi ini menjadi kesempatan kita untuk berbakti kepada bangsa dan negara kita,” imbuhnya.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam amanatnya yang dibacakan oleh, Bupati Magelang, berbagi kisah inspiratifnya. Dimana Ganjar saat kunjungannya di Dusun Girpasang, Pemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (dusun terpencil yang terletak di lereng Merapi).

Untuk mencapai dusun tersebut saya (Gubernur Jateng) harus berjalan kaki naik turun bukit menapaki 1000 lebih anak tangga, ngos-ngosan dan sangat melelahkan. Tetapi rasa lelah itu seolah hilang pada saat bertemu dengan mbah Patmo Darsono yang usianya sekitar 70 tahun.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Ia mengajak masuk kerumahnya (mbah Atmo Darsono) yang amat sangat sederhana. Sebagian besar dindingnya terbuat dari bambu alias Gedeg. Kemudian kami ngobrol di dapur yang suasananya seperti rumah orang tua saya di Tawangmangu dulu. Waktu ngobrol di dapur itulah mbah Patmo nuturi (meberi tahu) saya. ‘Urip Kui Sanajan Abot Tetep Kudu Dilakoni, Ojo Sambat Lan Ojo Ngeluh Ojo Mandeg Sanajan Dengkul Wes Ndredeg’ (Meskipun hidup itu terasa berat tetap harus dijalani, jangan mengeluh meskipun kaki sudah bergetar),” Cerita, Ganjar.

Lanjut Ganjar, nasihat ini juga selalu disampaikan oleh mbah Patmo kepada seluruh warga Girpasang yang tinggal di lereng Gunung Merapi untuk selalu bersyukur.

“Di usia negara kita yang Ke-75 ini spirit jangan mengeluh itulah yang mesti ada di setiap dada kita. Seberat apapun kehidupan yang kita hadapi, termasuk kondisi ditengah pandemi yang kita rasakan sekarang ini, dari keteguhan sprit dan tekad mbah Patmo itulah kita mesti bercermin. Inilah saatnya kita menengok sanubari untuk menatar seberapa besar kadar cinta terhadap negeri,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: