Pemkab Sleman Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 dan Erupsi Merapi

BNews—SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana non-alam Covid-19 dan erupsi Gunung Merapi pada Rabu (30/12/2020). Keputusan tersebut ditetapkan mulai 1 Januari sampai 31 Januari 2021 mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto mengatakan, kebijakan tersebut menyusul kondisi penyebaran Covid-19 dan ancaman dampak erupsi Gunung Merapi saat ini.

”Dua kondisi yakni penyebaran dan penularan COVID-19 serta ancaman dampak erupsi Gunung Merapi saat ini belum ada perubahan,” katanya, Rabu (30/12/2020), dikutip dari Antara.

Dia menyebut, status tanggap darurat bencana non-alam COVID-19 diperpanjang untuk yang ke delapan kalinya sejak kasus corona terjadi di Sleman pada Maret 2020. Sedangkan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi merupakan perpanjangan yang ke tiga kalinya.

”Pepanjangan ini sejak BPPTKG meningkatkan status aktivitas Merapi menjadi level III atau Siaga pada 5 November 2020 lalu,” ujar dua.

Untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sleman dalam beberapa waktu terakhir, kata Joko, masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Ia mencatat rata-rata penambahan angka kasus positif yakni 50 orang lebih per hari.

”Begitu juga dengan status tanggap darurat Merapi, sampai saat ini BPPTKG juga belum mengubah status aktivitas Merapi dan masih pada level Siaga,” kata dia.

Lebih lanjut, Joko menyampaikan bahwa Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran melalui dana tak terduga, dalam penanganan darurat bencana tersebut.  ”Sampai saat ini dana tak terduga masih mencukupi untuk penanganan darurat Covid-19 maupun Merapi,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: