Pemkot Semarang Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

BNews—JATENG—Balai Kota Semarang menjadi klaster baru setelah 20 pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang positif Covid-19.  Dinyatakan positif berdasarkan hasil swab test yang dilakukan pekan lalu.

Kemudian dites ulang pada Rabu (10/6) dan delapan diantaranya negatif namun akan kembali dites guna memastikan. Dengan itu, Balai Kota Semarang menjadi klaster baru, selain Pasar Mangkang dan Pasar Wonodri, yang ditutup.

”Pegawai Pemkot ada 12.000 orang. Kemudian 20 orang dinyatakan positif, dan delapan diantaranya kondisinya sudah membaik. Kalau secara kelembagaan, angkanya besar,” ungkap, Walikota Semarang Hendar Prihadi, Kamis (11/6).

”Kini sedang dilacak, sudah ke mana saja yang positif tersebut dalam sepekan terakhir, agar bisa dipetakan dan dicegah persebaran Covid-19,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, dari 20 orang tersebut  sepuluh orang diantaranya pejabat struktural dan sepuluh  lainnya adalah staf. Saat ini, mereka sedang diisolasi, baik mandiri di rumah, di Kantor Diklat Kota Semarang, dan di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

”Sampel yang diuji sangat banyak, saat ini ada 16.000 sampel. Bila kekuatan alatnya hanya 300 sempel perhari, maka butuh lima hari untuk hasil swab. Dengan itu kami minta kepada Dirut RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati untuk mengubah strategi tes,” jelasnya.

Strategi pelaksanaan test, pinta Hendar, dengan  rapid test terlebih dulu, karena hasilnya cepat keluar. Kemudian bila reaktif langsung dilakukan swab test.

Seiring dengan itu, tes massal di lingkup Pemkot dilakukan, pada Kamis (11/6) dengan peserta yakni semua pegawai yang bertugas di Balai Kota. Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di Balai Kota Semarang.

Meski hasilnya ada beberapa pegawai yang positif Covid-19 namun Balai Kota tidak ditutup hanya saja prosedur kesehatannya lebih diperketat. Seperti wajib menggunakan masker, pengaturan kapasitas tempat ruangan, yang maksimal diisi 50 persen pegawai.

Download Musik Keren Disini

Kemudian sisanya bisa Work From Home (WFH) dan masing-masing meja pegawai juga diberi sekat mika. Jumlah masuk lift juga dibatasi, begitu juga dengan penggunaan tangga.

Tambah Hendar, sebelum masuk kantor, pegawai wajib cuci tangan dan dites suhu badan. Jika suhu tubuh di atas 37,8 derajat celsius, apalagi disertai gejala flu dilarang masuk kantor.

”Selepas jam kerja, kantor juga disemprot dengan disinfektan. Dari pantauan yang saya lakukan, beberapa dinas sudah mulai menyesuaikan kondisi kantornya masing-masing. Aturan ini berlaku efektif pada Senin (15/6),” pungkasnya.(*/mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: