Pemudik di Sleman Capai 6.912 Orang, Terbanyak Ada di Tempel

BNEWS—JOGJAKARTA— Sejak pemberlakuan larangan mudik Jumat (24/4), jumlah pemudik yang datang ke Kabupaten Sleman mulai menurun. Tren penurunan sebenarnya sudah terlihat sejak Kamis (23/4) hingga Sabtu (25/4).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan, jumlah pemudik pada hari Rabu (22/4) sebanyak 193 orang. Sedang Kamis (23/4) menjadi 114 orang.

”Penurunan memang terjadi sejak pemberlakuan larangan mudik. Hari Jumat (24/4) ada sebanyak 107 pemudik dan Sabtu (25/4) hingga pukul 15.00 WIB hanya bertambah 75 orang pemudik,” kata Shavitri, Mingggu (26/4).

Sementara itu, berdasarkan informasi resmi media sosial Kabupaten Sleman @kabarsleman, tercatat ada 6.912 pemudik. Kedatangan ribuan pemudik terpantau di 17 kecamatan di Sleman.

”Angka tersebut terhitung sejak 15 April, yang berdasarkan laporan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kecamatan,” tulisnya.

Hingga kemarin, (25/4), jumlah pemudik di Sleman terbanyak terdapat di kecamatan Tempel dengan jumlah 764 pemudik. Kemudian diikuti Kecamatan Mlati 544 pemudik, dan Depok dengan 541 orang.

Sedang jumlah pemudik yang paling sedikit berada di daerah paling utara Sleman, yakni Cangkringan dengan 187 pemudik.

Loading...

Pemerintah Kabupaten Sleman juga mendirikan dua posko pemantauan kendaraan pemudik di titik perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Pembentukan posko pemantauan pemudik ini sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur DIJ No.5/SE/IV/2020 tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 di wilayah DIJ.

Shavitri menjelaskan, posko pemantauan pemudik di perbatasan ini merupakan kerja sama Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman dengan Dinas Perhubungan Provinsi DIJ.

”Dua posko pemantauan pemudik ini berada di wilayah Jalan Magelang, Kecamatan Tempel yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Magelang. Dan di Jalan Solo Kecamatan Prambanan yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Klaten,” jelasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: