Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pendaki Asal Magelang Hilang di Gunung Slamet, SMAN 5 Gelar Doa Bersama

Pendaki Asal Magelang Hilang di Gunung Slamet, SMAN 5 Gelar Doa Bersama

  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026

BNews–MAGELANG– Pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kota Magelang yang hilang di Gunung Slamet masih dilakukan.

Diketahui bahwa Syafiq mendaki bersama Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Kabupaten Magelang dengan tujuan melakukan pendakian tektok. Keduanya naik melalui jalur pendakian Dipajaya Clekatakan pada Jumat (27/12/2025).

Hingga kini, Syafiq masih dalam pencarian. Sedangkan Himawan ditemukan dalam keadaan selamat. Keduanya merupakan siswa SMAN 5 Magelang.

Terkait hal tersebut, keluarga besar SMAN 5 Magelang melakukan doa bersama dan pengumpulan donasi. Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dan guru di sela-sela upacara hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026).

Kepala SMAN 5 Magelang, Sumarsono mengungkap bahwa kegiatan diawali dengan upacara dan doa bersama.

“Saya juga secara pribadi menyampaikan kepada anak-anak untuk ikut membantu peduli terhadap dua keluarga dari anak-anak kami ini. Meskipun, memang sama sekali bukan acara sekolah, jadi itu adalah acara anak-anak secara pribadi dan kami juga tidak tahu-menahu sebetulnya sebelumnya itu ya,” ungkap Sumarsono, di SMAN 5 Magelang, Senin (5/1/2026).

Dia mengatakan, mengetahui informasi terkait hilangnya anak didiknya tersebut melalui media. Dia pun bersama para guru terus memantau perkembangan informasi.

“Kaitannya dengan hasil dari tim Search Rescue Unit (SRU) yang sudah dibagi banyak kelompok dengan jumlah yang puluhan bahkan ratusan itu. Saya secara pribadi juga memantau perkembangan,” kata Sumarsono.

Dia menyebut, sebanyak empat orang perwakilan dari sekolah telah berangkat ke Basecamp Dipajaya pada Jumat (2/1/2026). Bertujuan untuk memberikan support secara empati dan bentuk kepedulian sekolah ke sana.

“Baik kepada Mas Choidar (Himawan Choidar Bahran), juga kepada keluarganya Mas Syafiq Ali. Pulangnya teman-teman (guru) sudah malam, sampai sekolah itu jam 22.00 WIB,” ujarnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Sumarsono pun berharap agar Syafiq segera ditemukan. “Kalau mewakili teman-teman harapannya dari sekolah ya, kita tetap supaya Mas Syafiq ini diketemukan. Harapannya ya masih kondisi survive gitu, karena yang namanya survivor juga susah untuk ditebak. Jadi termasuk Pak Dhani (orangtua Syafiq) tadi malam saya ikuti di medsos itu juga masih mengharapkan ketemu,” katanya.

Perihal Himawan yang belum masuk sekolah dan masih berada di Basecamp Dipajaya, lanjut Sumarsono, sekolah memakluminya.

“Iya, sangat memaklumi kondisi seperti ini nggak apa-apa. Karena memang kondisi-kondisi yang spesial ya gitu,” kata dia.

“Mulai hari ini, anak-anak kita imbau untuk menyisihkan sebagian yang dipunyai anak-anak untuk kepedulian terhadap keluarga Mas Syafiq dan Mas Haidar. Tidak hanya anak-anak, tetapi juga bapak ibu guru karyawan, mulai hari ini akan ada aksi penggalangan donasi kepedulian terhadap warga yang dua ini,” lanjutnya.

Menurut guru Bahasa Jawa Heni Tri Hartatik, Syafiq merupakan anak yang baik.

“Dan memang ini agak dekat ya akhir-akhir ini, Himawan sama Syafiq itu sering ke masjid bareng, salat bareng,” ujarnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less