Pengakuan Pemeran Video Viral Bandar Batang Membara, Tergiur Iming-iming Rp250 Juta
- calendar_month 17 jam yang lalu

Pemeran video viral Bandar Bantang Membara Bergetar
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Analisis Forensik
Satreskrim Polres Batang saat ini masih melakukan penyelidikan intensif terkait kasus tersebut. Status perkara juga telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti digital.
Salah satu fokus utama penyelidikan ialah melacak identitas pemilik akun Telegram yang diduga menjadi dalang utama penyebaran video viral “Bandar Batang Membara”.
Kanit PPA Polres Batang, Maulidya Nur Maharanti, mengatakan pihaknya telah mengamankan telepon genggam milik terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik di Laboratorium Forensik Semarang.
“Kami sudah menitipkan HP terduga ke Labfor di Semarang untuk mengembalikan semua memori dan juga video-video yang ada di perangkat tersebut. Selanjutnya kami akan melakukan penetapan tersangka setelah bukti cukup,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut polisi, motif sementara dalam kasus tersebut diduga berkaitan dengan faktor ekonomi dan eksploitasi kepercayaan korban.
Modus seperti ini disebut semakin marak terjadi dengan memanfaatkan platform percakapan terenkripsi seperti Telegram untuk menyembunyikan identitas pelaku.
Polisi Imbau Masyarakat Waspada
Kasus “Bandar Batang Membara” menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran mencurigakan di dunia digital, terutama yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja atau endorsement tanpa identitas dan legalitas yang jelas.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak sembarangan membagikan konten pribadi kepada pihak yang tidak dikenal karena berpotensi disalahgunakan dan disebarluaskan tanpa izin.
Penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan termasuk pelanggaran hukum yang dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pelacakan terhadap jejak digital akun Telegram yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya jaringan lain dalam praktik penipuan digital serupa. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar