Pengumuman! Mulai 24 Februari Semua Pemohon SIM Wajib Ujian Psikotes

BNews—MAGELANG— Satuan Lantas Polres Magelang Kota bakal segera menerapkan peraturan tambahan bagi pemohon pembuatan dan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Peraturan yang dimaksud adalah ujian tes psikologi bagi pemohon SIM C maupun SIM A. Rencananya, penerapan resmi dimulai pada tanggal 24 Februari 2020.

Tes psikotes tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Kapolri Nomor 9/2012 tentang SIM. Dan diinstruksikan Kapolda Jateng Nomor ST/213/I/YAN.1.1./2020 mengenai Pemberlakuan Tes Psikologi untuk semua golongan SIM di seluruh jajaran Polda Jateng.

Kepala Sat Lantas Polres Magelang Kota, AKP Sumpening mengatakan, persyaratan sebelumnya hanya berupa surat KIR dokter. Namun, besok ditambah dengan lampiran hasil tes psikotes.

Tes psikologi sebelumnya sudah diterapkan hanya untuk pemohon SIM peningkatan. Seperti golongan dari SIM A ke SIM B1 atau B2.

”Baik masyarakat yang mau membuat atau memperpanjang harus tes jasmani dengan KIR dan tes rohani melalui ujian psikologi,” kata kepada Borobudur News, Rabu (12/2).

Sumpening menjelaskan tujuan utama diberlakukannya tes psikologi tersebut untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Karena faktor emosi juga sangat mempengaruhi seseorang saat berkendara.

”Kadang ada yang sebenarnya dia sakit (kejiwaan) tapi belum ditangani dokter. Lalu berkendara dengan psikologinya tidak stabil bisa (menyebabkan) kecelakaan,” jelasnya.

Ungkap dia, kedepannya untuk alur permohonan SIM tidak ada yang berubah hanya setelah tes kesehatan KIR dilanjut tes psikologi. Kemudian mengisi formulir pendaftaran dengan syarat berkas sudah lengkap.

Bagi permohonan pembuatan SIM harus mengikuti uji teori dan uji praktik kendaraan dahulu. Sedangkan pemohon perpanjangan langsung melakukan sesi foto.

”Syaratnya, ya, KTP asli, foto kopi KTP, KIR dan surat lulus tes psikologi kemudian membayar PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak),”ungkapnya.

Imbuh Sumpening, semua pengendara dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam berkendara dan diusahakan dalam keadaan sehat jasmani serta rohani. Bila tidak, dikhawatirkan bisa membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain.

”Sebisa mungkin saat berkendara dalam keadaan sehat dan membawa surat-surat seperti SIM dan STNK yang masih berlaku,”pungkasnya. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: