Pengungsi Merapi Magelang Nekat Kembali ke Rumah, BPBD: Mereka Mulai Jenuh

BNews—MUNGKID— Sebulan lebih warga kelompok rentan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Magelang sudah menempati barak pengungsian. Namun, sebagian pengungsi yang berada di sejumlah titik pengungsian nekat kembali ke rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Edy Susanto, membenarkan kepulangan para pengungsi ke rumah. Edi mengatakan, para pengungsi mengalami kejenuhan sehingga mereka pulang ke rumah.

”Ternyata prediksi tersebut benar-benar terjadi dan sejak 26 November 2020. Pengungsi dari Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun memutuskan kembali ke rumah,” katanya, Jumat (11/12),

Kemudian pada 30 November 2020, seluruh pengungsi dari Desa Ngargomulyo kembali ke rumah, kecuali kelompok rentan terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, lansia, anak-anak, dan disabilitas.

Selanjutnya pada 1 Desember 2020, katanya sebagian pengungsi dari Dusun Babadan II Desa Paten juga pulang dan tersisa 127 orang, pengungsi dari Desa Keningar pulang 26 orang.

Namun update tanggal 10 Desember 2020 ini, lanjutnya beberapa pengungsi ada juga yang kembali ke pengungsian. ”Hari ini terdapat tambahan pengungsi dari Dusun Babadan II Paten sebanyak enam orang. Dan tambahan pengungsi dari Dusun Ngandong Ngargomulyo delapan orang,” ujarnya.

”Kini pengungsi masih 639 jiwa tersebar di enam titik pengungsian,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta menyebutkan bahwa aktivitas Merapi sampai dengan saat ini masih tinggi.

”Gempa fase banyak sekarang 259, kemudian vulkanik dangkal 30, tetapi vulkanik dalam tidak ada. Kemudian deformasi kumulatif sudah hampir lima meter merapi belum erupsi. Sedang erupsi tahun 2006 deformasi hanya tiga meter dan sudah erupsi,” pungkasnya. (bsn/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: