Penurunan Angka Kemiskinan di Jateng Capai 63.830 Jiwa

BNews—SEMARANG— Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi juara dalam penurunan angka kemiskinan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), dari 34 provinsi di Indonesia, Jateng berada diperingkat pertama dengan keberhasilan pengentasan 63.830 jiwa.

Jumlah tersebut dirilis BPS tanggal 15 Januari 2020. Terhitung mulai periode bulan Maret hingga September 2019.

Di bawah Jateng, ada Jawa Timur dengan 56.250 jiwa dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 30.280 jiwa. Prestasi tersebut jauh melampaui DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan penurunan masing-masing 3.250 dan 950 jiwa.

Namun bila dihitung secara persentase, jumlah penduduk miskin di Jateng perbulan September 2019 turun sebesar 0,22 persen. Yakni dari Maret sebanyak 10,80 persen menjadi 10,58 persen di bulan September. Angka tersebut masih berada di bawah Papua yang persentase penurunan mencapai 0,98 persen.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Penurunan jumlah penduduk miskin sebenarnya juga sudah tampak di periode September 2018 hingga September 2019. Dari 3,867 juta jiwa turun 188.020 jiwa menjadi 3,679 juta jiwa.

Gubernur Ganjar Pranowo menyambut baik kabar tersebut. Ia menyebut, kerja keras tersebut merupakan buah gotong royong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota di Jateng. Akan tetapi, dirinya merasa masih belum puas. Sehingga meminta seluruh jajarannya lebih getol memberantas kemiskinan.

”Namun rasanya, target harus tetap dipacu untuk dinaikkan lagi dengan jumlah penurunan angka kemiskinan yang lebih besar,” kata Ganjar saat menghadiri rapat dengan Perkumpulan Aparatur Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) di Kabupaten Semarang, kemarin (15/1).

Untuk meningkatkan penurunan angka kemiskinan, ke depan pihaknya akan melakukan banyak strategi. Selain politik anggaran, sejumlah kebijakan akan diarahkan pada program prioritas pengentasan kemiskinan. Salah satunya dengan skema baru dalam Musrenbang yang akan diubah lebih menonjolkan tentang skema, kreasi dan inovasi.

”Misalnya inovasi penurunan angka kemiskinan, pengelolaan desa, Bumdes dan lainnya. Sehingga usulan-usulan dalam Musrenbang itu dapat menyelesaikan kemiskinan,” terangnya.

Disinggung terkait peran Wakil Gubernurnya, Taj Yasin Maemoen dalam program pengentasan kemiskinan, Ganjar mengaku sangat puas. Ia menilai Taj Yasin sebagai Koordinator Satgas Kemiskinan memiliki kinerja sangat bagus.

”Gus Yasin itu sangat rajin ngurusi kemiskinan. Kami memang sepakat untuk membagi tugas itu. Kami sering komunikasi dengan Kemensos dan Wapres terkait soal data,” pungkas Ganjar. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: