Pertamax Turun, Harga Lebih Murah di Pertashop Dibanding di SPBU
- calendar_month Rab, 9 Okt 2024

KOMPAK: Petugas Pertashop dari Pertamina di Candirejo Borobudur. (foto: ist)
BNews-NASIONAL- Per 1 September 2024, harga Pertamax di SPBU turun sebesar Rp750 per liter, dari Rp14.300 menjadi Rp13.550 per liter. Di Pertashop sendiri, harga Pertamax diungkap lebih murah, turun Rp850 per liter, dari Rp14.100 menjadi Rp13.250 per liter.
Turunnya harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax Series dan Dex Series, mulai 1 September 2024 mendapat apresiasi dari Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI).
Ketua Umum HPMPI, Steven, menyampaikan bahwa penurunan harga ini memberikan harapan baru bagi para pemilik Pertashop. Penurunan harga ini disambut baik oleh para pemilik Pertashop di seluruh Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih atas kebijakan ini. Dengan penurunan harga, kami berharap omset penjualan Pertamax di Pertashop akan kembali meningkat,” ujar Steven, Minggu (1/9/24).
Steven menjelaskan dengan harga yang lebih kompetitif, Pertashop bisa lebih bersaing, terutama dengan maraknya penjual eceran Pertalite di berbagai daerah.
Dengan semakin kecilnya selisih harga tersebut, konsumen diharapkan lebih mempertimbangkan untuk membeli BBM berkualitas RON lebih tinggi dengan harga yang lebih terjangkau di Pertashop, daripada membeli BBM subsidi dari pengecer ilegal yang kualitasnya tidak terjamin.
“Meskipun ada perbedaan harga antara SPBU dan Pertashop, sekarang disparitas harga antara Pertamax dan Pertalite semakin kecil,” tambahnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Ia juga menekankan bahwa dengan selisih harga yang lebih besar; antara SPBU dan Pertashop, yakni Rp300 per liter, Pertashop dapat lebih bersaing dengan para pengecer ilegal di wilayah pelosok.
“Ini adalah langkah strategis untuk menekan penjualan BBM ilegal yang marak,” tambahnya.
Steven juga mengingatkan bahwa BBM yang dijual secara ilegal; tidak bisa menjamin kualitas kemurnian dan ketepatan takaran, yang pada akhirnya dapat merugikan konsumen.
“Oleh karena itu, kebijakan penurunan harga ini tidak hanya mendukung bisnis Pertashop; tetapi juga melindungi konsumen dari potensi kerugian akibat BBM berkualitas rendah,” tutup Steven.(*/RRI)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar