Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Petani Milenial Luncurkan Agroforestry Kopi Lestari di Borobudur, Target 15.000 Pohon

Petani Milenial Luncurkan Agroforestry Kopi Lestari di Borobudur, Target 15.000 Pohon

  • calendar_month Ming, 14 Des 2025

BNews-MAGELANG- Program Agroforestry Kopi Lestari yang digagas oleh petani milenial resmi diluncurkan di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Jumat (12/12/2025).

Peluncuran program ditandai dengan penanaman simbolis bibit pohon kopi, yang dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Petani Kopi Milenial Menoreh bertema “Sinergi Petani Milenial dan Konservasi Berbasis Pohon Kopi.”

Setelah peluncuran di Desa Ngadiharjo, rangkaian kegiatan Agroforestry Kopi Lestari dilanjutkan di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada 13–14 Desember 2025.

Desa yang berada di lereng Gunung Sumbing tersebut dipilih sebagai lokasi implementasi program konservasi berbasis tanaman kopi.

Manager Konservasi Hulu Hilir Agroforestry Kopi Lestari, Lukman Mudatsir, menjelaskan bahwa program ini dirancang; untuk menyatukan upaya konservasi di wilayah hulu dan hilir melalui aksi nyata berupa penanaman pohon kopi.

“Sinergi Hulu–Hilir untuk Konservasi Berkelanjutan, sebagai program menyatukan hulu dan hilir untuk melakukan tindakan nyata; lewat penanaman pohon untuk konservasi. Pohon yang ditanam adalah kopi,” ujarnya.

Di Desa Adipuro, lanjut Lukman, telah dilakukan penanaman sebanyak 2.000 pohon kopi arabika yang berada pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sebagian tanaman kopi tersebut bahkan telah memasuki masa panen karena proses penanaman telah dimulai sejak tahun 2019.

Saat ini, sebanyak 30 petani telah tergabung dalam program tersebut dengan target total penanaman mencapai 15.000 pohon kopi.

Sementara itu, di Desa Ngadiharjo, program Agroforestry Kopi Lestari menargetkan penanaman awal sebanyak 1.000 pohon kopi robusta. Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya rehabilitasi lahan sekaligus penguatan ekonomi bagi petani lokal di kawasan Borobudur.

Project Leader Agroforestry Kopi Lestari, Sholahuddin al-Ahmed, menambahkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya lahan terbuka di lereng-lereng gunung yang berpotensi mengalami degradasi lingkungan.

“Ini merupakan praktik baik yang akan terus dikembangkan di Lereng Menoreh Borobudur dan Lereng Gunung Sumbing. Kami membuka donasi bibit pohon kopi agar dapat menjangkau area yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Menurut Sholahuddin, pemilihan tanaman kopi sebagai komoditas konservasi memiliki alasan kuat. Selain mampu menyerap air dan menjaga keseimbangan lingkungan, tanaman kopi dapat ditanam di bawah tegakan maupun di sela-sela tanaman pertanian tanpa mengganggu pola tanam yang selama ini diterapkan petani.

Ke depan, program Agroforestry Kopi Lestari juga diarahkan pada penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan koperasi. Setiap komunitas petani direncanakan akan mengelola kegiatan pascapanen, prosesing, hingga pemasaran produk kopi secara komunal.

“Ini dikelola secara kolektif oleh komunitas sehingga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang dan berkelanjutan,” katanya. (al/bsn)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less