Tak Hanya Modal Usaha, Baznas Jateng Kucurkan Rp47 Miliar untuk 2.874 RTLH
- calendar_month Sel, 24 Feb 2026

BNews-JATENG – Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan modal usaha mustahik produktif tahap II tahun 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah (Baznas Jateng) kepada 1.750 penerima di Salatiga, Selasa (24/2/2026).
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp5,25 miliar. Masing-masing mustahik menerima modal usaha sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan usaha mikro mereka.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Luthfi kepada perwakilan mustahik dari Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembekalan serta pendampingan usaha bagi para penerima manfaat.
Baznas Jateng Dorong Mustahik Naik Kelas
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro agar lebih berkembang dan mandiri.
“Bantuan ini bukan untuk konsumsi, tetapi untuk diputar sebagai modal usaha. Kami juga melakukan pendampingan agar usaha mereka berkembang. Harapannya, dari mustahik bisa menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 Baznas Jateng menargetkan penyaluran modal usaha kepada 3.500 mustahik. Selain itu, terdapat dukungan 1.500 paket bantuan dari Baznas RI.
RTLH, Beasiswa hingga Pelatihan Kerja
Tak hanya sektor ekonomi, Baznas Jateng juga mengalokasikan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 sebanyak 750 unit dengan total anggaran Rp15 miliar bekerja sama dengan Disperakim Provinsi Jawa Tengah.
“Secara kumulatif, total bantuan RTLH yang telah disalurkan Baznas mencapai 2.874 unit dengan total nominal sekitar Rp47,015 miliar,” ucapnya.
Di bidang pendidikan, Baznas Jateng telah menyalurkan beasiswa kepada 4.434 mahasiswa melalui 15 perguruan tinggi dengan nilai Rp15,88 miliar. Selain itu, beasiswa juga diberikan kepada 96.042 siswa SMA/SMK/SLB melalui UPZ dengan total Rp31,6 miliar.
Sementara dalam program pemberdayaan ekonomi, Baznas menggelar 21 jenis pelatihan kerja dengan total peserta mencapai 13.816 orang.
Gubernur Jateng: Modal Harus Diputar, Jangan Dikonsumsi
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang utama adalah memastikan masyarakat cukup sandang, pangan, dan papan,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan modal usaha ini menjadi stimulus untuk menggerakkan ekonomi mikro yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta pelaku usaha di Jawa Tengah.
“Modal ini sebagai stimulus. Diputer. Jangan dikonsumsi. (Penerima bantuan) Harus naik kelas. Dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Luthfi.
Melalui pembinaan dan pendampingan, diharapkan usaha masyarakat terus berkembang, omzet meningkat, dan mampu menyerap tenaga kerja baru.
Penanganan Kemiskinan Harus Terintegrasi
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perbaikan rumah, peningkatan pendapatan, akses kesehatan, hingga pendidikan.
“Rumahnya harus layak, kesehatannya dijaga, anaknya harus sekolah. Intervensi kita tidak boleh parsial, harus menyeluruh,” ujarnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Baznas mulai menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan Jawa Tengah turun menjadi 9,39 persen dari sebelumnya 9,48 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional.
“Kita keroyok kemiskinan dari desa sampai provinsi. Harus naik kelas. Tidak boleh terus berada di kategori miskin atau miskin ekstrem,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan, Kholidah, mengaku bersyukur atas bantuan modal usaha yang diterimanya. Ia berharap usahanya semakin berkembang dan mampu mandiri.
“Alhamdulillah bersyukur banget dengan bantuan dari Baznas. Harapannya usaha lebih maju dan bantuan ini untuk modal,” ucap perempuan yang berjualan bubur tersebut. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar