Petani Temanggung Minta Industri Rokok Beli Hasil Panen Tembakau

BNews—TEMANGGUNG— Bupati Temanggung, M Al Khadziq secara blak-blakan meminta pabrik-pabrik rokok untuk tetap menyerap tembakau petani di masa panen 2020.Bupati tidak ingin musibah pandemi covid-19 menjadi alasan pelaku bisnis rokok tidak membeli hasil panen tahun ini.

Khadziq menuturkan, petani tembakau Temanggung ingin bekerja sama dengan pihak industri secara baik. Sebab, kerja sama antarkeduanya selama ini sudah berlangsung langgeng puluha tahun.

”Saya juga berharap pihak industri bisa menjaga kerja sama ini dengan petani tembakau sebaik-baiknya. Pandemi covid-19 jangan menjadi alasan, jangan menjadi halangan bagi kedua pihak untuk tidak bekerja sama dengan baik,” tuturnya.

Ia menyampaikan baik petani maupun industri harus bisa menjalin kerja sama yang saling menguntungkan sehingga petani senang industri juga senang dan pemerintah pasti ikut senang.

”Di masa pandemi kita harus bisa menjaga hubungan baik ini. Sekarang tinggal mengatur saja bagaimana caranya kerja sama antara petani dan industri ini bisa berlangsung dengan baik tetapi tetap aman dari protokol covid,” paparnya.

Terang Khadziq, para petani sekarang sedang bersiap-siap untuk memanen tembakau. Pihaknya juga sudah minta para grader dan perwakilan industry rokok untuk juga menyiapkan protokol kesehatan di gudang pembelian tembakau.

”Sehingga kalau sekarang ini kita bisa menata lebih baik, maka besok pada panen raya tembakau bisa berlangsung tanpa ada rasa kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona,” terangnya.

Loading...

Imbuh dia, panen raya tembakau tahun ini diharapkan berjalan lancar dan normal. Sehingga tembakau Temanggung bisa laku dengan harga tinggi.

”Pihak industri kami minta lebih mengutamakan tembakau Temanggung dan petani juga menjaga kualitas tembakau Temanggung. Jangan dicampur dengan tembakau dari luar daerah karena tembakau Temanggung itu paling tinggi kadar nikotinnya. Kualitasnya paling bagus,” pungkas Khadziq. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: