Prediksi Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin: Mitos atau Fakta Kehancuran Negara Israel di 2027?
- calendar_month Jum, 17 Nov 2023

rudal israel hancurkan beberapa gedung di Palestina
BNews-NASIONAL- Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin, salah satu tokoh pendiri Hamas yang telah lama meninggal, lagi-lagi menjadi viral di tengah perang Israel-Hamas. Kali ini terkait dengan prediksinya tentang kehancuran Negara Israel pada tahun 2027 mendatang. Wah, jadi penasaran kan dengan prediksinya ini?
Ternyata prediksi tersebut disampaikan oleh Yassin saat wawancara dengan jurnalis Al Jazeera, Ahmed Mansour, pada tanggal 8 Mei 1999 lalu. Walaupun Yassin telah meninggal pada tanggal 2 Maret 2004, tapi prediksinya ini tetap mencuri perhatian.
Yassin menyampaikan bahwa Israel, sekuat apapun dukungannya saat ini, tetap tidak akan kekal seperti kehidupan manusia; yang lahir, tumbuh, tua, dan akhirnya meninggal.
Seperti yang tertulis dalam wawancaranya, dia mengatakan bahwa segala sesuatu yang lahir dari penindasan akan berakhir dengan kehancuran. Prediksi ini didasarkan pada keyakinannya terhadap Al-Qur’an yang menyatakan bahwa setiap 40 tahun akan terjadi pergantian generasi.
Ya, menurutnya Israel akan menghadapi keruntuhannya pada tahun 2027, saat negara itu berusia 50 tahun.
Yassin juga percaya bahwa gerakan pembebasan akan terjadi setelah fase-fase tertentu, seperti gerakan Nakba; yang awalnya membawa kesedihan berubah menjadi generasi pelempar batu dan pelempar bom; dan seterusnya menjadi generasi pembebas yang akan mendatangkan kehancuran bagi Israel.
Tapi tentu saja, ini hanya prediksi beliau ya. Namun, ada beberapa tanda-tanda yang mengindikasikan keruntuhan Israel. Yang pertama, citra kecanggihan militer dan intelijen Israel mulai merosot akibat serangan Hamas yang dilancarkan pada tanggal 7 Oktober lalu dengan nama Operasi Badai al-Aqsa.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Serangan ini berhasil menghancurkan citra militer dan intelijen Israel yang sebelumnya dianggap sebagai; yang terbaik di dunia. Bahkan perbatasan Israel yang dilengkapi dengan sensor-sensor canggih berhasil diterobos oleh milisi Hamas.
Yang kedua, Israel mulai kehilangan dukungan dari negara-negara Barat akibat banyaknya korban jiwa warga sipil Palestina akibat serangan mereka di Gaza.
Mantan perdana menteri Israel, Ehud Barak, mengingatkan bahwa kehilangan dukungan ini akan semakin; terasa dalam beberapa minggu ke depan. Yang ketiga, Israel juga terjerat utang dalam jumlah yang besar karena perang melawan Hamas di Gaza.
Utang mereka mencapai USD 7,8 miliar atau lebih dari Rp 121 triliun, sangat besar sekali kan? Nah, utang ini mengakibatkan defisit anggaran yang mencapai USD 6 miliar; peningkatan lebih dari tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya.
Bahkan Amerika Serikat, negara sponsor utama Israel, juga mengalami kesulitan karena krisis ekonomi mereka sendiri. Sudah ada penolakan dari publik Amerika untuk memberikan dana bagi Israel dalam perang melawan Hamas.
Para aktivis hak asasi manusia juga berdemo menentang pengiriman senjata ke Israel yang menggunakan pajak rakyat. Jadi, ini tiga tanda-tanda keruntuhan yang bisa kita lihat. Jangan lupa bahwa semua ini hanya prediksi dan spekulasi, ya. Kita lihat saja apa yang terjadi di masa mendatang. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 5





Saat ini belum ada komentar