Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Program Santri Kalong LDII Magelang Diikuti 800 Generasi Muda Setiap Akhir Pekan

Program Santri Kalong LDII Magelang Diikuti 800 Generasi Muda Setiap Akhir Pekan

  • calendar_month Rab, 11 Mar 2026

BNews-MAGELANG – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Magelang menyatakan komitmennya untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Magelang dalam mewujudkan daerah yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris DPD LDII Kabupaten Magelang, Arif Yulianto, saat acara silaturahmi dan buka bersama dengan insan pers di Resto Kebon Tebu, Kota Magelang, Rabu (11/3).

“Mewujudkan Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul dan sejahtera atau disebut Anyar Gress. Kami siap mendukung melalui delapan progam pengabdian LDII untuk bangsa, di mana salah satunya melalui bidang pendidikan,” ujar Arif Yulianto.

Ia menjelaskan, delapan bidang pengabdian LDII tersebut menjadi bentuk kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional maupun daerah.

Menurutnya, empat bidang pertama berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, yakni kebangsaan, dakwah, pendidikan, dan kesehatan.

“Empat bidang selanjutnya, adalah ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan,” pungkas Arif.

Dalam bidang pendidikan, lanjutnya, LDII Kabupaten Magelang secara aktif melakukan pembinaan generasi muda melalui berbagai program yang terstruktur.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Pembinaan tersebut dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni pendidikan agama, pendidikan umum, serta pendidikan karakter.

“Melalui tiga aspek, yaitu pendidikan agama, pendidikan umum dan pendidikan karakter,” tutur Arif.

Ia menjelaskan bahwa generasi muda tersebut diarahkan untuk menjadi insan yang profesional sekaligus religius.

Pembinaan dilakukan melalui kegiatan pengajian rutin yang diikuti generasi muda usia SMP hingga remaja di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Selain itu, LDII juga menyelenggarakan pembinaan anak usia dini melalui program pengajian “Cabe Rawit” yang diperuntukkan bagi anak usia TK hingga SD.

“Melalui kegiatan rutin pengajian forum yang diikuti oleh generasi muda usia SMP s.d remaja di level PC dan PAC, serta dengan kegiatan pembinaan anak usia dini/Pengajian untuk Cabe Rawit untuk usia SD-TK, yang diselenggarakan melalui TPA dan TPQ secara intensif”.

Pembinaan generasi muda juga dilakukan melalui pendidikan berbasis pesantren, di antaranya melalui Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin di Kecamatan Sawangan serta Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirot di Kecamatan Kajoran.

“Termasuk dengan penyelenggaraan Pendidikan melalui pondok pesantren seperti Ponpes Sabilul Muttaqin yang berada di Sawangan dan Ponpes Fastabiqul Khoirot yang berada di Kajoran guna mewujudkan generus yang religious dan berkarakter,” pungkasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sementara itu, Dewan Penasehat LDII Kabupaten Magelang, Modrik Santoso, menjelaskan bahwa pembentukan karakter religius generasi muda dilakukan melalui pendidikan di pondok pesantren maupun pengajian di majelis taklim.

Sedangkan pembentukan karakter profesional diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah.

“Di dalamnya, ada kerja sama yang baik antara pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pamong dan orangtua,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa pondok pesantren di bawah naungan LDII turut menyelenggarakan program pendidikan karakter; bagi pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan “santri kalong”.

“Melalui Pondok-pondo Pesantren tersebut, juga dilaksanakan Program Pendidikan karakter untuk anak-anak sekolah/mahasiswa, yaitu program santri kalong. Kami juga memiliki program ‘santri kalong’. Di mana, sekitar 500-800 generasi muda LDII Kabupaten Magelang, setiap Sabtu sampai Minggu bermalam menjadi santri di pesantren,” katanya.

Menurut Modrik, para generasi muda tersebut mendapatkan pembinaan agama sekaligus pendidikan karakter selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Generasi muda tersebut diberikan pendidikan agama dan karakter. Juga untuk meminimalisir generasi muda dari kegiatan yang berpotensi negatif di malam Minggu; sehingga turut mendukung mewujudkan Magelang yang aman dan nyaman,” tutup Modrik Santoso yang sekaligus menjadi pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less