Kisah Satu Keluarga Di Magelang Terpapar Covid Dan Harus Isolasi Mandiri

BNews–MAGELANG– Mungkin banyak yang meremehkan bahkan belum percaya terhadap wabah covid-19 di Indonesia.  Padahal bukti nyata sudah banyak terjadi dengan adanya korban meninggal dunia.

Kali ini Borobudurnews.com ingin berbagi kisah warga Kabupaten Magelang yang sempat terpapar covid-19. Dan warga ini juga sempat menjalani isolasi mandiri meskipun gejala dialaminya.

Warga tersebut berada di wilayah Kajoran Kabupaten Magelang. Tidak hanya seorang, namun istri dan dua anak kembarnya yang masih berusia 7 tahun terpapar juga.

Kisah awal dan perjuangannya melawan virus mematikan tersebut dibagikannya senidir melalui akun media sosialnya sendiri. Runtut sejak warga tersebut terpapar hingga bisa sembuh.

Akun media sosial facebook warga tersebut adalah Rockofiq Muhammad. Ia membagikan kisahnya tersebut pada 3 Juli 2021.

Hingga dikutip (10/7/2021), sudah terdapat ratusan komentar netizen yang memberi semangat. Bahkan masih ada yang menyangkalnya.

Dan berikut kisah warga tersebut dan mungkin bisa memberi inspirasi kepada para pembaca :

Bagi sebagian orang, mungkin masih ada yang menganggap bahwa Covid-19 itu tidak ada dan tidak nyata. Ada juga yang masih menyepelekan. Kemudian dijadikan alasan untuk tidak menerapkan protokol kesehatan.

Sejak awal, saya berkeyakinan bahwa virus ini memang ada. Soal kenapa kok bisa ada? Apakah rekayasa? Buatan atau alami? Jangan-jangan konspirasi dan lain sebagainya, saya tidak terlalu ambil pusing. Kenyataannya virus ini ada dan sudah menyebar kemana-mana. Saya hanya fokus agar bagaimana saya dan keluarga tidak sampai kena. Saya juga tidak mau beropini dan berasumsi tentang sesuatu hal yang tidak saya mengerti. Nanti jadinya sok tau.

Saya dan keluarga termasuk menerapkan protokol kesehatan agak ketat di rumah. Saling mengingatkan selalu pakai masker, sering-sering cuci tangan pakai sabun dan lain sebagainya. Ya karena itu tadi, kita tidak tau dan tidak mau sok tau tentang sesuatu yang tidak diketahui. Intinya tidak panik hanya waspada.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Ternyata Allah berkehendak. Giliran keluarga kami yang mengalami cobaan di masa Pandemi. Sekeluarga mengalami sakit gejala mengarah ke covid. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi hanya sekedar sharing saja yang saya alami. Siapa tau berguna jika mungkin anda juga mengalami hal yang sama.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ahad sore (20/6/2021) saya mulai merasa pegal linu dipersendian tulang. Mulai batuk pilek disertai demam. Ah mungkin hanya masuk angin biasa, kecapekan saja pikirku. Senin masih berangkat ke tempat kerja, Selasa juga berangkat karena masih ada kegiatan. Meskipun rasanya sudah tidak karuan, demam keringat dingin,  sakit kepala dan batuk pilek.  Selasa malam (22/6/2021), buat nelan makanan tenggorokan terasa sakit. Makan apapun mulai ga terasa apa-apa.

Dari situ mulai was-was. Rabu pagi (23/6/2021) konsultasi melalui WhatsApp ke seorang teman yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Pada hari yang sama benar-benar tidak bisa membau (Anosmia). Coba menghirup parfum dan minyak kayu putih sama sekali tidak terasa apa-apa. Saya dan istri gejalanya sama. Justru malah  dimulai dari istri dulu, kemudian anak-anak dan baru saya. Istri merasakan gejala demam batuk pilek dan linu disemua persendian sejak jum’at (18/6/2021).

Setelah konsultasi tentang apa yang saya alami, sebenarnya saya dianjurkan sebaiknya ke rumah sakit jika badan terasa lemas dan membahayakan. Karena gejalanya mengarah ke Covid-19. Tapi saya bilang meskipun agak lemas, fisik masih mampu InsyaAllah. Lalu saya diberi resep obat serta vitamin dan disarankan melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) sambil melihat perkembangan. Hal ini tentu saja tak pernah terpikir sebelumnya, jika harus tidak kemana-kemana selama beberapa hari. Tapi jika memang itu yang terbaik apa boleh buat. Sayapun memberi pengertian ke semua anggota keluarga.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Teman saya itu mengatakan, 80% lebih orang yang kena covid-19 insyaAllah sembuh dengan sendirinya jika tidak ada Komorbid (penyakit penyerta). Saya sedikit lega, meski tetap saja was-was karena di rumah ada Balita dan Manula.

Rabu pagi, langsung menghubungi keponakan via WhatsApp untuk menebus resep ke apotek. Ada 7 jenis obat dan vitamin yang harus saya dan istri konsumsi. Ditambah 1 vitamin untuk anak-anak. Kebetulan di rumah ada anak-anak usia 7 tahun, bayi usia 3 bulan, ibu yang sudah sepuh dan stroke serta kakak perempuan yang membantu merawat ibu. Yang buat  was-was dan sedikit panik adalah ketika anak saya yang berusia 3 bulan 3-4 hari selalu rewel.

Rabu malam, setelah mengkonsumsi obat dan vitamin badan sedikit agak enak. Mulai sedikit ngantuk meski masih demam. Tapi masih saja belum bisa membau dan mengecap makanan. Betul-betul belum bisa merasakan apa-apa. Masih “anyep-gunyep”. Tapi meski demikian saya coba terus masukkan makanan ke dalam mulut dan minum air putih hangat sebanyak-banyaknya.

Kamis pagi (24/6/2021), konsultasi kembali, kemudian disarankan untuk melakukan Tes Swab di Puskesmas. Tes ini untuk memastikan apakah benar positif covid-19 atau tidak berdasarkan gejala yang ada. Sekira pukul 8 pagi, saya berangkat sendiri ke puskesmas untuk melakukan swab. Sebelum diswab tentunya ditanyakan oleh petugas tentang keluhan apa saja yang dirasakan dan lain sebagainya. Kemudian swab, dan pulangnya diberi surat dari Puskesmas yang intinya adalah untuk melakukan Isolasi Mandiri sambil menunggu hasil tes keluar dari tanggal 24 Juni – 3 Juli 2021.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, anak-anak mulai bosan di rumah.  Mereka berkali-kali bilang bosen di rumah terus. Sambil sedikit demi sedikit saya beri mereka pengertian. Anak saya yang kembar tidurnya terpisah sejak dia punya adik. Tapi tentu masih minta ditemani sama ayahnya. Ayahnya disuruh ditengah-tengah, mereka berada di samping kiri dan kanan. Dan posisinya harus “mlumah” (terlentang) tidak boleh miring ke kiri ataupun ke kanan. Jika sedikit saja tubuh ayahnya miring ke satu sisi, pasti yang berada di sisi sebelahnya protes. “Ayah mbok mlumah biar adil”.

Kemudian mereka memeluk ayahnya dari kiri dan kanan sampai tertidur. Begitulah setiap harinya. Sambil minta diceritakan sesuatu atau hanya sekedar pijat kecil di tangan atau badan mereka. Entah sampai usia berapa nanti.

Ketika dinyatakan ada gejala covid-19 dan harus isolasi mandiri, saya mulai jaga jarak dengan anak-anak. Membatasi ngobrol langsung secara dekat. Dan wajib pakai masker. Yang tadinya tidur posisi saya di tengah-tengah, saya memilih berada di bawah kaki mereka.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Adik, mulai malam ini ayah tidurnya di bawah ya, ga boleh di tengah lagi.”

“Kenapa to?”

“Jagain tikus biar ga bisa naik, adik juga tempat tidurnya biar lebih luas.”

“Tapi sambil nuk-nuk to”.

“Ok..siaaap”.

“Adik, selama beberapa hari ke depan kita di rumah terus ya, jangan kemana-mana.”

“Kenapa to?” Sergahnya.  

“Kita kan lagi kurang enak badan, batuk dan pilek, kata dokter jangan kemana-mana dulu nanti kasihan orang lain bisa tertular”. Jawabku singkat.

“Tapi kalau mau jajan to?” Tanya mereka lagi.

“Ya nanti tinggal pesen sama mas Dhimas beres. Ok?” Jawabku memberi harapan.

“Iyalah….”. Balas mereka sambil sedikit senyum.

Akhirnya mereka mulai paham. Meski sesekali masih bilang bosen! Sambil “mecucu” bibirnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Jum’at (25/6/2021), tak kunjung ada perkembangan yang signifikan. Badan masih sedikit demam, linu persendian, cepat capek ngos-ngosan dan batuk pilek. Buat mencium bau pun belum berhasil. Tapi Alhamdulillah anak-anak semakin membaik, tidak ada keluhan katanya, hanya sedikit pusing. Makannya juga sudah banyak. Saya senang karena anak-anak tidak sampai Anosmia. Yang usia 3 bulan juga minum ASI nya lancar.

Hari Jum’at ini  tidak bisa pergi sholat Jum’at meski jaraknya hanya satu langkah saja sampai. Saya hanya bisa mendengarkan khutbah Jum’at dari rumah. Ya…sambil rebahan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ahad (26/6/2021), Batuknya masih saja “ngukrus”. Bahkan tambah parah. Yang membuat sedikit tidak tahan adalah ketika batuk, dada punggung terasa sakit. Semakin kencang batuknya, semakin nyeri pula rasanya. Setiap kali batuk kemudian keringat dingin bercucuran. Lelah sekali rasanya setelah itu.

Sampai selasa malam (29/6/2021), intensitas batuk tak kunjung menurun. Justru malah semakin menjadi. Rasanya tenaga habis terkuras setelah batuk. Letih lunglai. Biasanya setelah itu langsung minum banyak-banyak air putih hangat. Diwaktu yang hampir bersamaan, saya konsultasikan lagi perihal batuk yang saya alami.  Akhirnya diberi resep obat pereda batuk dan langsung dikonsumsi sesuai anjuran. Paginya, intensitas batuk Alhamdulillah berkurang.

Sudah sepekan lebih, hasil tes swab yang dari puskemas tak kunjung ada kabar. Namun kemudian saya juga sudah tidak terlalu berharap hasil dari tes tersebut. Toh apapun hasilnya, prosesnya sudah dilewati sesuai tahapan dan protokol kesehatan. Yang diharapkan sih negatif. Tapi misal nanti hasil keluar dan ternyata positif, kami sudah taat dan patuh untuk Isolasi mandiri sampai dengan hari yang sudah ditentukan. Yang lebih penting adalah kondisi saya dan keluarga sudah mulai membaik.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sabtu pagi (3/7/2021), kondisi saya dan keluarga sudah mulai membaik. Saya yang tadinya batuk-batuk terus, kini batuknya mulai mereda. Batuknya mulai melunak, tidak sekeras sebelumnya. Sejak beberapa teman tau bahwa saya sekeluarga sedang Isolasi mandiri, mereka banyak sekali memberi saran dan masukan. Dari mulai jaga pikiran jangan sampai stres, sampai apa saja yang baik  dikonsumsi untuk menambah daya tahan tubuh. Saya sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada semua yang telah memberi dukungan. Baik moril maupun materiil, semoga dibalas kebaikan oleh Allah SWT.

Berdasarkan informasi, penyebaran covid-19 belakangan semakin tinggi. Bahkan konon variannya bertambah. Beberapa rumah sakit juga terlihat mulai penuh. Saya merasa beruntung tidak terlalu parah dan tidak sampai masuk Rumah Sakit.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI) 

Untuk itu teman-teman semua selalu terapkan protokol kesehatan dan tingkatkan imun tubuh. Sampai sekarang saya juga masih mengkonsumsi vitamin. Baik vitamin yang bersumber dari buah-buahan, maupun yang sudah dalam bentuk ekstrak. Berjemur setiap pagi antara jam 9-10. Jaga keluarga serta orang-orang yang dicinta. Bagi yang belum kena, mudah-mudahan jangan sampai kena tapi juga jangan jumawa. Jika bergejala tidak usah panik, langsung konsultasi saja dengan tenaga kesehatan atau satgas terdekat agar dipandu bagaimana seharusnya yang dilakukan. Karena terkadang banyak saran masukan dari berbagai pihak. Tapi referensi yang tepat dari orang yang tepat akan sangat membantu.

Sakit biasa saja rasanya tentu saja tidak enak, apalagi gejala atau sampai positif covid-19 lebih tidak enak lagi. Yang sudah hati-hati saja bisa jadi tetap kena, apalagi yang kurang hati-hati. Dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat. Semoga Pandemi segera berlalu dan kehidupan normal seperti sedia kala. Aamiin.

Ahad siang (4/7/2021) sekira pukul 11.26 dapat kabar jika hasil swab ternyata memang Positif.

Rabu (7/7/2021) sekeluarga di swab di puskesmas Alhamdulillah negatif. Saya juga tinggal nunggu surat bebas Isoman dan bisa beraktifitas kembali karena sudah tidak ada gejala.

Itulah kisah yang dibagikan oleh Rockofiq Muhammad melalui laman akun facebooknya. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. ((*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: