Progres Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen yang Melintasi Magelang
- calendar_month Sen, 14 Okt 2024

Progres pembangunan Jalan Tol Jogja Bawen_foto PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) s
Seksi 1: Yogyakarta-Banyurejo (8,80 kilometer)
Seksi 2: Banyurejo-Borobudur (15,20 kilometer)
Seksi 3: Borobudur-Magelang (8,10 kilometer)
Seksi 4: Magelang-Temanggung (16,65 kilometer)
Seksi 5: Temanggung-Ambarawa (21,39 kilometer)
Seksi 6: Ambarawa-Bawen (4,98 kilometer)
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Sementara Seksi ke-6 dari proyek tol ini adalah Ruas Ambarawa-Bawen dengan panjang 4,98 kilometer, yang target penyelesaiannya adalah pada triwulan IV tahun 2025. Hingga kini, kemajuan penyelesaian tol ini telah mencapai 34,09 persen, sementara proses pembebasan lahan sudah mencapai 78,06 persen.
A.J Dwi Winarsa selaku Direktur Utama PT JJB menjelaskan bahwa proyek Tol Ambarawa-Bawen ini berdampak pada empat desa, yaitu Desa Kandangan, Desa Doplang, Kelurahan Bawen, dan Desa Kupang. Untuk mendukung program ini, sebagian besar pemilik tanah telah menerima Uang Ganti Kerugian (UGK) sebagai kompensasi.
Saat ini, tahap konstruksi Seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen terus berjalan, termasuk penjajakan izin kepada instansi yang terkait di Kabupaten Semarang. Di lapangan, beberapa pekerjaan sedang dilakukan, seperti pengerjaan borpile untuk jembatan dan pembangunan box underpass Simpang Susun Ambarawa.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan membentang di dua provinsi: Provinsi Jawa Tengah sepanjang 66,32 kilometer dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 8,80 kilometer. Proyek ini terbagi menjadi enam seksi penting yang masing-masing memiliki panjang sebagai berikut:
Seksi 1: Yogyakarta-Banyurejo (8,80 kilometer)
Seksi 2: Banyurejo-Borobudur (15,20 kilometer)
Seksi 3: Borobudur-Magelang (8,10 kilometer)
Seksi 4: Magelang-Temanggung (16,65 kilometer)
Seksi 5: Temanggung-Ambarawa (21,39 kilometer)
Seksi 6: Ambarawa-Bawen (4,98 kilometer)
Ketika tol ini sudah beroperasi penuh, rute perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta diyakini akan menjadi lebih efektif, dengan waktu perjalanan yang dapat berkurang dari 3 jam menjadi hanya 1,5 jam. Hal ini tentunya akan meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antara kedua kota yang penting tersebut. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar