Prostitusi Online, Mucikari Tawarkan Perempuan Dibawah Umur

BNews—SLEMAN—Seorang perempuan asal Kulon Progo diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Sleman. Perempuan berinisial SF, 23, tersebut terlibat dalam praktik postitusi online sebagai mucikari.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah, mengatakan pihaknya melakukan penggerebekan dan menciduk lima orang perempuan. Lokasi penggerebekan di sebuah hotel yang berada di Ring Road utara, Sleman, dimana praktek itu berlangsung.

”Polres Sleman melalui tim siber mengamankan SF dan empat PSK. SF ditetapkan sebagai tersangka karena telah memperdagangkan anak di bawah umur, sementara empat lainnya sebagai saksi dan korban,” kata AKP Deni, kemarin (4/8/2020). Dikutip dari Tagar.

Dia menjelaskan, pelaku SF merekrut empat orang perempuan berusia 24 tahun ke bawah bahkan, ada satu yang masih berumur 16 tahun. Perekrutan yang dilakukan pelaku dengan memasang iklan lowongan pekerjaan sebagai terapis di media sosial.

”Pelaku mengiming-imingi pekerjaan. Datang yang bersangkutan ternyata dipekerjakan seperti ini (PSK), ada pijat plus-plus atau prostitusi,” jelasnya.

Sementara untuk praktik prostitusi onlinenya, lanjut Deni, pelaku menawarkan melalui akun media sosial. ”Pelanggannya lewat medsos dan tarifnya Rp 400 ribu sekali kencan. Pembagiannya 40 persen untuk mucikari 60 persen PSK-nya,” imbuh dia.

Deni memaparkan bahwa pada awalnya para perempuan ini menolak untuk melayani lelaki yang sudah bertransaksi dengan pelaku. Namun karena tututan ekonomi akhirnya mereka pasrah.

Loading...

Prostitusi online ini baru berjalan selama satu minggu sebelum akhirnya terciduk tim ciber Polres Sleman saat operasi pekat Progo 2020. Untuk sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain adalah pakaian dalam, uang senilai Rp2,5 juta, ponsel, hingga alat kontrasepsi.

Pelaku SF dikenai pasal 12 undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau pasal 76 F undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 296 KUHP pidana minimal 1 tahun maksimal 15 tahun penjara. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: