Puluhan Tanaman Ganja Dimusnahkan Polres Magelang Dengan Dibakar

BNews—MAGELANG—Polres Magelang melakukan pemusnahan barang bukti ganja dari ungkap kasus Satres Narkoba 8 September lalu. Barang bukti ganja yang telah mendapat ketetapan dari Kejaksaan Negeri Magelang itu dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan barang sitaan narkotika golongan 1 yaitu ganja dilaksanakan pada Selasa (22/9/2020) di Lapangan belakang Mapolres Magelang. Barang bukti ini diamankan dari dua orang tersangka yakni AF dan DI.

Kasat Res Narkoba Polres Magelang Iptu Abdul Mutohir mengatakan ganja yang dimusnahkan sebanyak 5 batang pohon ganja dalam polibek setinggi 1,5 meter, 38 batang pohon ganja setinggi 10-20 sentimeter. Kemudian 2 batang pohon ganja setinggi 90-120 sentimeter, 3 batang ganja kering, 19,92 gram biji kering, sisa puntung rokok ganja dan 4,56 gram ganja kering.

”Dari jumlah total barang bukti, beberapa diantaranya disisakan guna kepentingan penyelidikan. Adapun yang disisakan terdiri dari 1 tanaman ganja setinggi 80 sentimeter, 1 pohon ganja tinggi 10 sentimeter, 19,32 gram biji ganja, sisa putung rokok ganja dan 4,56 gram ganja kering,” paparnya, hari ini (22/9/2020).

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba melalui Wakapolres Magelang, Kompol Aron Sebastian menyebut bahwa kasus narkoba di Magelang terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2018 Polres Magelang mengungkap 22 kasus dan 26 tersangka.

”Kemudian pada 2019 mengungkap 39 kasus dan 47 tersangka, dan dari bulan pertama hingga September 2020 berhasil mengungkap 34 kasus dan 41 tersangka,” terangnya.

Loading...

Lebih lanjut, Aron menyampaikan barang bukti sitaan dari bulan pertama hingga September 2020 ada 42,51 gram ganja. Kemudian 22,66 gram sabu dan  28,08 gram tembakau gorilla.

Tambah Aron, dengan peningkatan kasus narkoba tersebut, pihaknya akan terus meningkatkan sosialisasi ke berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, level lingkungan pendidikan, keluarga dan lingkungan masjid.

”Selama ini lebih didominasi ke pemakai, untuk pengedar masih kami telusuri. Untuk pelakunya dari usia produktif, rata-rata 30 tahunan. Dulu, bulan Februari ada anak-anak usia 16 tahun tetapi kasus sudah diputus di pengadilan,” pungkasnya. (magang/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: