Wajib! SPPG Jateng Serap Telur & Ayam untuk MBG, Harga Sudah Ditetapkan
- calendar_month 53 menit yang lalu

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
BNews–JATENG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah resmi diwajibkan melakukan penyerapan telur dan daging ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang dituangkan dalam dokumen “Komitmen Bersama Penyerapan Telur dan Daging Ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis”, yang ditandatangani dalam rapat koordinasi lanjutan di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (19/6/2026).
Kesepakatan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Gizi Nasional (BGN), serta asosiasi dan koperasi peternak ayam.
Menu MBG Wajib Gunakan Telur dan Ayam Dua Kali Seminggu
Dalam komitmen tersebut terdapat tiga poin utama. Pertama, menu MBG di Jawa Tengah wajib menggunakan telur dan daging ayam masing-masing dua kali dalam satu minggu.
Kedua, asosiasi dan koperasi peternak ayam petelur maupun pedaging menyatakan siap menyediakan pasokan sesuai standar kualitas yang disepakati, serta mengirimkan langsung ke dapur mitra SPPG.
Ketiga, pembelian dilakukan langsung kepada asosiasi atau koperasi peternak rakyat Jawa Tengah dengan harga yang telah ditetapkan, yakni telur Rp26 ribu per kilogram dan daging ayam karkas Rp35 ribu per kilogram atau setara Rp20 ribu per kilogram berat hidup.
“Itu sudah ada kesepakatan, maka SPPG yang ada di Jawa Tengah harus menaati ini,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di sela acara.
Pemprov Jateng Pastikan Peternak Lokal Diuntungkan
Taj Yasin yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Jateng menegaskan, skema ini merupakan upaya agar pelaksanaan MBG lebih tertata, terutama dalam hal menu dan rantai pasok bahan pangan.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memastikan dampak ekonomi program dirasakan langsung oleh peternak di Jawa Tengah.
“SPPG yang ada di Jawa Tengah harus membeli pasokan makanan itu dari Jawa Tengah, baik yang dikelola koperasi maupun asosiasi,” katanya.
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu juga menegaskan pentingnya pengaturan harga agar tidak terjadi disparitas di lapangan.
“Bukan hanya yang disetorkan ke SPPG saja, tetapi kami juga melindungi harga telur maupun ayam yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya SPPG ini harus membeli dari asosiasi ataupun koperasi yang ada di Jawa Tengah,” jelasnya.
Gus Yasin menambahkan, hasil kesepakatan ini akan disosialisasikan ke seluruh Satgas MBG di kabupaten/kota serta SPPG di Jawa Tengah, sekaligus dilakukan pengawasan implementasi.
BGN: Menu MBG Akan Diseragamkan
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyebut kesepakatan ini menjadi langkah penting untuk menyeragamkan pelaksanaan menu MBG di seluruh SPPG.
“Dengan adanya komitmen bersama ini, kita sampaikan kepada seluruh SPPG dan yayasan mitra bahwa minimal dua kali menu per minggu menggunakan telur dan daging ayam,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu stabilisasi harga telur dan ayam yang saat ini masih tertekan akibat; kelebihan pasokan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Harapannya dengan adanya intervensi ini, secara psikologis di masyarakat harga telur dan daging ayam bisa terkendali lagi,” ujarnya.
BGN juga menegaskan akan memberikan penindakan jika ditemukan SPPG yang tidak menjalankan aturan, termasuk pembelian di bawah harga acuan.
“Kita terima semua aduan. Ini menjadi momentum untuk membenahi semuanya agar taat dengan juknis yang diterbitkan BGN,” katanya.
Peternak Jateng Sambut Positif Kebijakan MBG
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah, Suwardi, menyebut kesepakatan ini menjadi titik temu antara pemerintah dan peternak.
Ia menjelaskan, populasi ayam petelur di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 39 juta ekor dengan produksi telur 2.200 ton per hari. Sementara kebutuhan dalam daerah hanya sekitar 1.400 ton per hari, sehingga masih terjadi surplus.
Dengan sekitar 4.000 SPPG di Jawa Tengah, penyerapan melalui program MBG diperkirakan mampu menyerap 7–8 persen produksi telur.
“Kalau seluruh dapur di Jawa Tengah menggunakan telur dua kali dalam seminggu, diperkirakan terserap sekitar 1.050 ton per minggu,” ujarnya.
Harga Ayam Masih Tekan Peternak
Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Pedaging Jawa Tengah (Pinsar Jateng), Susilo, mengungkapkan harga ayam hidup saat ini masih; di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).
“HPP saat ini sekitar Rp20 ribu. Harga yang terjadi sekitar Rp17 ribu, sehingga peternak mengalami kerugian. Ini karena terjadi over supply,” katanya.
Ia berharap, melalui penyerapan MBG, kelebihan pasokan ayam dapat terserap sehingga harga kembali stabil.
“Intervensi ini membantu peternak agar harga ayam hidup di kandang bisa naik dan peternak tidak rugi,” ujarnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar