Sabtu Besok Borobudur Duathlon Digelar, Rute Malioboro-Nanggulan-Borobudur

BNews–MAGELANG– Event wisata menarik akan berlangsung di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Sabtu 29 Mei 2021 besok. Acara bertajuk Borobudur Duathlon ini sebuah kompetisi yang menggabungkan antara bersepeda dan lari akan menempuh rute 45 kilometer.

Para peserta bisa melakukan gowes dengan sepeda. Atau bisa  berlari sembari menikmati sejumlah kawasan wisata.

Event yang diharapkan menjadi penanda kebangkitan wisata setelah adanya pandemi ini diinisiasi oleh Masyarakat Sadar Wisata (Masat) Bersama Badan Otorita Borobudur. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata DIY, Pemprov Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang.

Ketua Umum DPP Masata Panca R. Sarungu menjelaskan kegiatan ini akan dihadiri 150 peserta secara luring yang dilepas di kawasan Malioboro. Dan pelepasan peserta dilakukan dalam tiga gelombang dengan durasi waktu tertentu untuk mencegah kerumunan.

Selain itu ditargetkan ada sekitar 1.500 peserta lainnya yang akan mengikuti secara virtual.

Adapun rute duathlon dengan kombinasi lari- bersepeda dan lari ini akan dimulai dari Malioboro kemudian menuju Nanggulan. Selanjutnya dari Nanggulan menuju Borobudur Magelang dan mengelilingi kawasan Candi Borobudur. Sehingga total rute diperkirakan mencapai 45 kilometer.

“Pelaksanaan dengan protokol kesehatan ketat, untuk 150 peserta terpilih akan dilepas dari Malioboro menuju Nanggulan, Kulonprogo,” katanya Senin (10/5/2021). Dikutip Harjo.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Untuk waktu direncanakan start dari Maliboro gelombang 1 pukul 05.30 wib; gelombang dua 05.45 wib, gelombang tiga pukul 06.00 wib. Dijadwalkan sampai Candi Borobudur pukul 09.00 wib untuk penyerahan medali.

Ia menambahkan peserta tidak sekedar hanya bisa gowes dan berlari, namun ada beberapa titik pemberhentian yang menyajikan berbagai keindahan suasan pedesaan yang asri. Selain itu, saat perjalanan menuju Nanggulan, peserta dapat menikmati indahnya pegunungan Menoreh, hijaunya persawahan hingga kelok di Sungai Progo.

“Ada sekitar dua kilometer itu peserta benar-benar masuk ke pedesaan, tetapi jalannya sudah mulus, kemudian masuk ke jalur Borobudur. Rute pertama 26 kilometer sampai Nanggulan jalannya agak rata. Tetapi untuk rute Nanggulan-Borobudur naik turun. Untuk di Nanggulan akan sedikit melewati jalur Luna maya,” ujarnya.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB Agus Rochiyardi mendukung sepenuhnya event wisata tersebut. Borobudur Duathlon menjadi kegiatan yang mampu menangkap peluang banyak masyarakat yang hobi bersepeda saat pandemi demi mendapatkan imun tubuh. Kebijakan work from home (WFH) yang membuat masyarakat kelebihan energi turut menjadi faktor bermunculannya hobi bersepeda. Namun kegiatan itu tidak sekedar bersepeda, tetapi memiliki nilai plus bagi pengelola wisata.

“Sehingga ditangkap dengan membuat kegiatan duathlon ini, kami minta kepada panitia ada semacam tempat pemberhatian berupa daya tarik wisata yang ada di daerah Joglosemar. Supaya para peserta bisa melakukan selfie foto sehingga daya tarik wisata menjadi lebih populer. Kami ingin menunjukkan kepada semua, bahwa kegiatan ini diselenggakan sesuai prokes,” jelasnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardianto menegaskan, duathlon diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pariwisata DIY. Ke depan diharapkan ada event wisata lainnya, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi patokan atau contoh agar ke depan kegiatan wisata bisa digelar, tentunya dengan sesuai protokol kesehatan,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: