Satgas MBG Magelang Perketat Pengawasan 118 Titik SPPG Usai Kasus Keracunan Santri
- calendar_month Sab, 6 Des 2025

ilustrasi makanan MBG dari dapur SPPG
BNEWS—MAGELANG— Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Magelang memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini disampaikan oleh Sekretaris I Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Jumat (5/12/2025).
Nanda menjelaskan bahwa pengetatan pengawasan dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kasus keracunan makanan yang menimpa penerima manfaat MBG di Kabupaten Magelang tidak kembali terulang.
Pengawasan tersebut mencakup penerapan higienitas dan sanitasi di setiap SPPG agar benar-benar dijalankan sesuai standar.
“Selain itu, juga terkait pangan yang diberikan harus sehat, bahan bakunya sehat. Peralatannya sehat dan aman, kemudian pendistribusiannya juga harus sehat,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 118 titik SPPG di Kabupaten Magelang, dan sebanyak 50 titik di antaranya telah beroperasi.
Nanda juga memaparkan hasil investigasi terkait penyebab keracunan makanan MBG yang dialami 112 santri Pondok Pesantren Nurul Ali, Dusun Sempu, Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, pada Selasa (18/11/2025).
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Berdasarkan hasil uji Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, makanan MBG yang dikonsumsi para santri terbukti terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).
“Hasil laboratorium diterima pada 26 November 2025 menunjukkan sampel nasi, tahu goreng, telur asam manis, timun, tomat, dan semangka, semuanya positif bakteri E. coli. Kemungkinan kontaminasi bisa terjadi saat pemasakan, peralatan dapur, ataupun melalui air,” ungkapnya.
Atas temuan ini, Satgas MBG meminta SPPG Ngadirojo melakukan evaluasi menyeluruh sebelum diizinkan beroperasi kembali. Proses tersebut berlangsung sambil menunggu rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta penyelesaian renovasi dapur.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 112 santri Pondok Pesantren Nurul Ali mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG yang dikirim SPPG Ngadirojo pada Selasa (18/11/2025). (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar