Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sawah Kena Proyek Tol, Kakek 90 Tahun di Magelang Terima UGR Fantastis

Sawah Kena Proyek Tol, Kakek 90 Tahun di Magelang Terima UGR Fantastis

  • calendar_month Rab, 10 Des 2025

BNEWS—MAGELANG— Kisah Nahrowi yang dipercaya keluarga mengurus proses ganti rugi lahan milik ayahnya, Mbah Sugito (90), mencuri perhatian publik.

Pasalnya, dari lima bersaudara, Nahrowi menjadi satu-satunya anak laki-laki yang diberi tanggung jawab penuh mengurus pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) proyek jalan tol.

Nahrowi menuturkan, sejak awal proses pengadaan tanah, dirinya telah diberi kepercayaan penuh untuk mengurus seluruh administrasi.

“Yang ngurus-ngurus pasrah saya, Alhamdulillah. Iya (dari pertama proses). Bapak datang pas ini (pencairan),” imbuhnya.

Ia juga menceritakan perasaan sang ayah setelah sawah miliknya terdampak proyek pembangunan tol. Menurutnya, perasaan sang ayah bercampur antara kecewa dan bahagia.

“(Setelah terkena tol) Ya kecewa, ya kecewa gimana sudah ketentuan dari sana (pemerintah). Kecewanya sawahnya hilang, senangnya dapat uang,” ujarnya.

Uang Ganti Rugi (UGR) yang diterima Mbah Sugito rencananya akan digunakan untuk membeli lahan baru, meski hingga kini belum ditentukan lokasinya. Nahrowi menjelaskan, sebelum adanya proyek jalan tol, harga tanah di wilayah tersebut berkisar Rp 500 ribu per meter persegi di lokasi pinggir jalan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kalau di dalam (kampung) Rp 300 ribu, Rp 400 ribu per meternya. Sekarang sudah naik semua (harga pasaran tanah setelah terkena tol),” kata dia.

Ia mengaku tidak menyangka lahan keluarganya akan terdampak proyek tol dan harus menunggu cukup lama hingga pencairan.

“Nggak nyangka (kena tol). Ya sekitar 3 sampai 4 tahun (menunggu proses pencairan),” imbuh Nahrowi.

Sementara itu, panitia pengadaan tanah proyek Tol Jogja–Bawen dari BPN Kabupaten Magelang, Adi Cahyanto, mengatakan bahwa pencairan UGR pada hari tersebut mencakup 31 bidang tanah dari lima desa.

“Itu (31 bidang) nilainya sekitar Rp 28,7 miliar dengan luasan 2,4 hektare,” kata Adi.

Ia merinci, bidang tanah tersebut berasal dari Desa Purwodadi, Donorojo, Pancuranmas, Candisari, dan Sidogede. Khusus Desa Candisari, mayoritas lahan yang dibebaskan merupakan permukiman, sementara desa lainnya didominasi lahan sawah.

“Kalau Candisari (rata-rata) permukiman, yang lainnya sawah. Nilai terbesar (dicairkan hari ini) ada di Desa Purwodadi senilai Rp 4,7 miliar,” ujarnya.

Adi menambahkan, pencairan UGR berikutnya dijadwalkan pada pekan depan untuk lahan yang berada di Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag.(*/detik)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less