SDN Mejing 2 Magelang Terancam Proyek Tol Jogja-Bawen, Begini Tanggapan Kepsek
- calendar_month Jum, 30 Sep 2022

Patok proyek Jalan Tol Jogjakarta-Bawen di area SDN Mejing 2, Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jumat (30/9/2022).
BNews—MAGELANG— Pemasangan patok lahan calon proyek Jalan Tol Jogjakarta-Bawen sudah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu. Salah satu lokasi pemasangan patok berada di area SDN Mejing 2 di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Nampak patok bercat merah sudah tertancap di depan salah satu ruang kelas SDN Mejing 2.
”Waktu pemasangan patok itu tepatnya kurang tahu, mungkin sekitar 5 bulanan lalu,” kata Kepala Sekolah SDN Mejing 2, Zumrotul Fitriyah saat ditemui di kantornya, Jumat (30/9/2022).
Dia menjelaskan, pihak sekolah pada intinya mendukung program pemerintah terkait pembangunan Jalan Tol Jogjakarta-Bawen. Namun hingga kini, pihaknya belum mendapat kejelasan nasib sekolah yang diampunya tersebut.
Pihaknya belum pernah secara resmi mendapatkan sosialiasi terkait status sekolahnya itu. ”Sosialisasi sampai saat ini ke sekolah, belum,” jelasnya.
”Pada intinya, kami ngikut saja. Mau direlokasi, kami manut saja. Kami sebagai guru dan karyawan di sini sebagai pelaksana, mau dipindah tempat, siap saja,” sambungnya.
Lanjutnya, melihat lokasi pemasangan patok tersebut, diperkirakan ruang yang terdampak yakni ruang TIK, ruang kelas I, ruang kelas II, musala dan ruang perpustakaan.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Tambah Zumrotul, bila memang bangunan SDN Mejing 2 terdampak pembangunan Jalan Tol Jogjakarta-Bawen, diharapkan sudah ada tempat baru untuk kegiatan belajar mengajar.
”Kalau mau betul-betul kita kena jalan tol, nanti kan untuk pembangunannya pasti ada alat-alat berat. Yang pertama, untuk keamanan anak-anak dan kelancaran proses belajar mengajar, diharapkan tempat penggantinya sudah ada lebih dahulu. Sehingga tidak terjadi kesulitan dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar,” harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Mejing, Muntowiyah mengatakan, pihaknya nanti akan melakukan rapat dengan pihak-pihak lain soal kejelasan nasib sekolah dasar tersebut.
”Mungkin bisa geser ke belakang karena itu lahannya masih banyak yang belakang, masih punya bengkok,” katanya.
”Nanti musyawarah bersama BPD, perangkat desa dan tokoh-tokoh masyarakat. Itu kan yang kena cuma musala jadi pastinya bagaimana itu, kami masih bingung. Kalau untuk warga lain, sosialisasi sudah. Tapi, kami tidak tahu pelaksanaannya,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar