Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Vita Ervina : Program Aspirasi KLHK Sangat Mendukung Rehabilitasi Hutan

Vita Ervina : Program Aspirasi KLHK Sangat Mendukung Rehabilitasi Hutan

  • calendar_month Rab, 10 Agu 2022

BNews–MAGELANG-– Sebuah langkah terus dilakukan oleh Pemerintah untuk berinovasi dengan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Satu di antaranya dengan menyelenggarakan kegiatan rehabilitasi lahan, penghijauan, serta pemberdayaan langsung ke masyarakat.

Dimana hal tersebut diimplementasikan dengan memberikan bantuan kebun bibit rakyat (KBR), pengembangan perhutanan sosial nusantara (Bang Pesona), serta bantuan bibit produktif.

Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) KLHK; yang berfokus pada arah dan kebijakan pemerintah pada program rehabilitasi hutan.

Dengan menyalurkan kepada masyarakat yang tersebar di Kabupaten Magelang, Wonosobo, dan Temanggung sebanyak KBR 8 paket, Bang Pesona 8 paket, dan Bibit Buah 20.000. Secara kesuluruhan, jumlahnya mencapai Rp 1,6 miliar.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI Vita Ervina menuturkan, berbagai program aspirasi dari KLHK ini; sangat mendukung dalam upaya pemulihan lahan dan rehabilitasi lahan serta program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Dapil Jawa Tengah VI yang terdiri dari Magelang Raya, Wonosobo, Purworejo, dan Temanggung; memiliki potensi alam yang melimpah. Namun, hal tersebut tidak serta merta menghasilkan keuntungan yang besar bagi masyarakat.

Justru berbagai macam kegiatan yang dilakukan masyarakat, banyak sekali menimbulkan dampak negatif. Seperti alih fungsi lahan, hilangnya sumber air; pencemaran air akibat industri, serta pengelolaan sampah yang tidak berjalan dengan baik.

“Oleh karena itu, kami juga mendorong pemerintah untuk terus berinovasi agar memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya saat membuka sosialisasi di Kampung Ulam, Mungkid, kemarin (9/8).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dia menjelaskan, KBR ini merupakan program pemberdayaan secara swakelola yang diberikan kepada kelompok masyarakat dengan membuat pesemaian. Nantinya hasil itu dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan.

Kemudian, Bang Pesona diberikan kepada kelompok masyarakat seperti lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) dan kelompok perhutanan sosial. Tujuannya untuk melakukan kegiatan penanaman, baik bibit pohon maupun bibit buah. Masyarakat juga dibekali hewan ternak sebagai sarana pemberdayaan ekonomi kelompok.

Sementara bibit produktif dilakukan sebagai upaya pemerintah agar masyarakat mulai membiasakan menanam tanaman-tanaman produktif. Yang dapat bermanfaat baik bagi penghijauan dan hasilnya pun dapat bermanfaat secara ekonomi.

“Semoga kita dapat berperan aktif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan,” harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Sarifudin menyebut, 40 tahun ke depan, di Kabupaten Magelang bakal terjadi krisis air.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang bersama lintas sektor terkait bahu-membahu untuk melakukan penanaman di tempat-tempat tangkapan air. Dengan adanya rehabilitasi hutan lindung ini, tidak akan ada lagi hutan produktif.  

Dia menambahkan, di Kabupaten Magelang sempat memiliki hutan Potorono di daerah Kajoran. Bahkan, ada mata air di hutan tersebut dan keberadaannya mampu mengairi hingga ke Borobudur.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, ada penebangan pohon dalam skala yang cukup besar. Hal itu sangat disayangkan ketika masyarakat menebang pohon-pohon yang ada. Padahal, hutan tersebut merupakan hutan produktif.

Sarifudin mengatakan, ketika pohon di hutan ditebang kemudian dijual, nilainya memang tidak seberapa, tapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan. Juga bisa menyimpan air dan dimanfaatkan masyarakat. DLH juga sudah berkoordinasi dengan kementerian agar di Kabupaten Magelang tidak ada lagi hutan produktif.

“Kami berharap, supaya menjadi hutan lindung, sehingga kelestarian hutan bisa terjaga dan kebutuhan air bagi masyarakat sekitar bisa terpenuhi,” paparnya.

Dengan adanya kegiatan rehabilitasi hutan lindung ini, dia berharap, nanti dampaknya hutan-hutan di Kabupaten Magelang bisa lebih hijau lagi dan bermanfaat untuk anak-cucu. Kebiasaan gemar menanam tentunya bakal digemakan oleh DLH dengan membina anak-anak sekolah. “Tidak usah mikir hasilnya, yang penting nanam dulu,” imbuhnya. (bsn)

IKUTI KAMI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less