Semangat Tri Aminah, Relawan Asal Magelang yang Tak Punya Tangan dan Kaki

BNews–MUNGKID—Jiwa sosialnya melebihi kehidupan yang dimilikinya. Semangat kemanusiannya melebihi orang-orang pada umumnya.

Begitulah gambaran hidup Tri Aminah. Perempuan berusia 31 tahun asal Dusun Tulung Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang ini.

Lahir dengan fisik yang terbatas. Tri tidak diberikan kelengkapan tubuh seperti orang pada umumnya.

Dia tak memiliki dua tangan utuh. Hanya satu tangan yang sempurna.

Pun begitupun dengan kakinya. Dia tak memiliki dua kaki seperti orang kebanyakan.

Untuk beraktifitas sehari-hari Tri mengandalkan kursi roda. Termasuk saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Relawan se Kabupaten Magelang di Halaman Pemkab Magelang, kemarin.

Ya, Tri menghibahkan hidupnya untuk kemanusiaan. Meski ditengah keterbatasan dia masih ingin menyempatkan diri menolong orang lain.

Loading...

Tri mungkin tak bisa mengevakuasi korban. Tapi dia mengaku sering terlibat di dapur umum. Menyiapkan makanan untuk korban dan para relawan yang bekerja. Mulia.

Dia tak sendirian, ada sepuluh orang senabis dengannya. Tak sempurna. Tapi mereka ingin mengabdikan diri untuk kemanusiaan.

Kaum disabilitas yang menekuni dunia kebencanaan ini menaungi diri dengan Unit Layanan Inklusi Disabilitas (LIDi) dibawah binaan BPBD Kabupaten Magelang.

Organisasi ini sudah ada satu tahun belakang ini. “Di Kabupaten Magelang sendiri terdapat 10 anggota dalam Unit LIDi ini,” ungkap Tri Aminah salah satu anggota Unit LIDi BPBD Kabupaten Magelang saat diwawancarai Borobudur News (13/1/2020).

NEWS: Tri Aminah bersama Unit LIDi BPBD Kabupaten Magelang yang berisikan teman seperjuangan disabilitas, sedang ngobrol dengan aparat kepolisian (13/1/2020)-(Foto: bsn)
NEWS: Tri Aminah bersama Unit LIDi BPBD Kabupaten Magelang yang berisikan teman seperjuangan disabilitas, sedang ngobrol dengan aparat kepolisian (13/1/2020)-(Foto: bsn)
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK ANDROID KALIAN GRATIS DAN RINGAN (KLIK DISINI)

Tri tak pernah minder atau malu menjadi anggota LIDi ini. “Dulu awalnya saya dan teman-teman berpikir bagaimana menyelematkan diri sendiri saat terjadi bencana alam. Karena biasanya kalau orang itu panik akan menyelamatkan diri sendiri tanpa melihat orang lain termasuk kami,” katanya.

Oleh karena alasan tersebut Unit LIDi dibentuk untuk melatik kawan kawan Disabilitas berdaya saat menyelamatkan diri jika terjadi bencana alam. “Jika kita bisa berdaya dan tahu harus bagaimana, tentunya kami juga sebisa mungkin membantu yang lainnya. Setidaknya kita mampu memberi tahu cara menyelamatkan diri bagi teman teman disabilitas,” imbuhnya.

“Kami di Unit LIDi biasanya saat terjadi bencana membantu dibagian dapur umum. Kadang juga di bagian trauma healing memberi semangat kepada para korban bencana alam agar jangan mudah menyerah,” tegas perempuan kelahiran 30 November 1988 ini.

Tri Aminah sendiri tidak memiliki kedua kakinya sejak dirinya lahir. Dia beraktifitas menggunakan kursi roda, termasuk saat ikut apel pasukan di Setda Magelang.

“Saya tidak pernah takut saat membantu saat terjadi bencana alam. Karena niatan saya baik pasti akan dilindungi oleh Tuhan,” ungkapnya.

Dia berpesan bahwa bencana itu tidak bisa diprediksi. Jadi dia ingin teman teman senasibnya selalu menjalin tali silaturohmi. “Misal nantinya kalau orang mau menolong kita sebagai disabilitas tahu bagaimana caranya yang benar. Kemudian tahu harus dibawa kemana itupun sebaliknya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: