Semburan Gas dan Api di Salaman Disebabkan Sampah Sejak Zaman Belanda

BNews—SALAMAN— Penelitian terhadap fenomena semburan gas yang mudah tersulut api telah dilakukan oleh ESDM Provinsi Jawa Tengah di Dusun Drojogan Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Mereka menemukan sejumlah fakta terkait kejadian langka tersebut.

Hal itu disampaikan oleh BPBD Kabupaten Magelang usai menerima hasil penelitian oleh ESDM Provinsi Jawa Tengah, hari ini (19/4/2020). ESDM sendiri telah mengumpulkan data dan fakta di lapangan.

“Menyampaikan hasil penelitian ESDM Provinsi Jawa Tengah terkait fenomena semburan gas di pinggir sungai tangsi Salaman. Dimana, kandungan gas tidak secara signifikan bisa dikembangkan lebih lanjut,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto membacakan rekomendasi ESDM Provinsi Jateng.

Menurut ESDM Provinsi Jawa Tengah, lokasi kejadian semburan gas berada pada bagian hulu sebuah bendungan. Dimana bendungan itu telah dibangun pada jaman Belanda.

Sehingga, diperkirakan banyak sampah terbawa arus sungai. Kemudian terjadi penumpukan sampah dan material dihulu bendungan.

Beban sedimentasi yang terjadi pada aliran sungai memberikan tekanan pada tumpukan material organik pada dasar sungai sehingga terbentuk gas. Gas ini kata dia tidak akan berlansung lama.

Pihak ESDM merekomendasikan beberapa hal. Diantaranya membuat garis pembatas untuk mengamankan agar semburan gas tidak untuk permainan.  Kemudian, potensi gas itu kurang signifikan untuk dikelola lebih lanjut.

Loading...

Pihaknya diminta untuk dilakukan pemantauan untuk monitoring potensi dan kandungan gas secara berkala. Kemudian segera melapor apabila terjadi perkembangan yang signifikan

“Jika saat aliran sungai sedang surut dan titik semburan gas tidak terendam sebaiknya di bakar (dinyalakan api) sehingga tidak meacuni dan bisa segera turun tekanan gas tersebut,” tutup Edy. (wan/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: