Mengenal Sosok Pengusaha Yang Sumbangkan Rp 2 Triliun Untuk Penanganan Covid

BNews–NASIONAL– Sebuah sumbangan bernilai besar diberikan oleh keluarga pengusaha almarhum Akidi Tio. Totalnya mencapai Rp 2 triliun, dan sontak menjadi sorotan publik tertuju pada sosok pengusaha tersebut.

Dana hibah triliunan rupiah itu diberikan untuk membantu penanganan COVID-19. Dan diserahkan kepada  Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri. Serta disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus.

Dokter keluarga Akidi, Hardi Dermawan akhirnya membeberkan sosok Akidi. Dia adalah pengusaha di bidang perkebunan dan bangunan.

“Pengusaha bangunan, traso. Ada usaha perkebunan juga, tapi itu urusan keluarga. Ini hanya kedekatan saya sama keluarga pasien,” kata dokter Hardi.

Hardi mengatakan sudah mengenal Akidi Tio sejak puluhan tahun lalu. Akidi wafat pada 2009 dan dimakamkan di Palembang.

“Saya hubungan hanya antara dokter sama pasien saja. Tak ada hubungan lain, bisnis juga tidak ada, murni pasien dan dokternya yang sudah puluhan tahun kenal,” katanya.

“Yang berhubungan dekat itu Pak Akidi saat masih hidup dengan Kapolda, anaknya juga kenal baik. Pak Akidi meninggal 2009 dan dimakamkan di Palembang, walau anaknya sukses di Jakarta, mereka tetap ingat Palembang,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara Ketua Yayasan Hakka Aceh, Kho Khie Siong, menceritakan jejak Akidi Tio. Pria yang akrab disapa Aky ini mengaku meminta seorang rekannya untuk mencari jejak Akidi.

Berdasarkan data yang diperolehnya, Akidi Tio diketahui lahir dan besar di Langsa, Aceh. Namun dia belum mendapat data detail soal tahun kelahiran Akidi Tio.

Akidi Tio muda tinggal di Jalan Iskandar Muda, Langsa. Pada 1976, Akidi Tio dan keluarganya pindah ke Palembang dan Jakarta.

“Saat ini keluarga Akidi sudah tidak ada lagi di Langsa,” kata Aky mengutip hasil penelusuran rekannya, Rabu (28/7/2021).

Dalam penelusurannya juga diketahui bahwa salah satu anak Akidi Tio yang bernama Ahok merupakan pemilik pabrik limun di Jalan Gang Nasional, Desa Blang Seunibong, Langsa. Namun pabrik itu sudah tutup.

Ahok disebut telah meninggal dunia sekitar 5 tahun lalu. Anak-anaknya kemudian memilih merantau ke Pulau Jawa, Sumatera Utara, dan Palembang.

“Keluarga besar almarhum Akidi Tio saat ini sebagai pengusaha batu bara di Sumsel,” ujarnya.

Akidi sendiri telah wafat pada 2009. Sumbangan Rp 2 triliun itu merupakan wasiat yang kemudian dilaksanakan enam anaknya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ditambahkan Rudi Sutadi, menantu Akidi Tio yang tinggal di Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan, mengatakan bahwa uang itu merupakan tabungan dari Ayah mertuanya semasa hidup.

Sebelum meninggal pada 2009 lalu, Akidi sempat berpesan kepada anak dan menantunya agar menyalurkan dana yang ia kumpulkan tersebut ketika dalam keadaan sulit, sehingga bisa membantu warga yang membutuhkan. “Jadi uang itu sebetulnya bukan kami yang kumpulkan. Uang itu Bapak kumpulkan sendiri dan minta kami salurkan saat kondisi sulit, agar membantu warga, sehingga wasiat tersebut kami jalankan,” kata Rudi saat berada di kediamannya, Rabu (28/7/2021).

Penyaluran dana Rp 2 triliun untuk Palembang sendiri, menurut Rudi, adalah permintaan dari Akidi.

“Wasiat itu memang lama belum kami berikan, karena menunggu momen yang dikehendaki oleh Bapak. Bapak berpesan agar uang ini dikeluarkan ketika kondisi benar-benar sulit untuk membantu warga. Kebetulan sekarang dalam masa pandemi, sehingga kami keluarkan,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, keluarga besar almarhum Akidi Tio tak ingin terlalu terekspose oleh media, karena memberikan bantuan itu secara ikhlas tanpa pamrih. Mereka berharap bantuan yang menjadi wasiat Akidi dapat tersalurkan dengan baik. “Biarlah ini menjadi kebaikan Pak Akidi, kami tidak minta syarat apapun. Seluruhnya diserahkan ke pihak terkait untuk mengelola dana itu,” kata dia. (*/detik/kompas)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: