Soal Kebocoran Data Penduduk di Website Open Data Pemkab Magelang, Ini Klarifikasi Diskominfo

BNews—MAGELANG— Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magelang memberikan klarifikasi. Terkait insiden bocornya data kependudukan melalui website open data Pemerintah Kabupaten Magelang, belum lama ini.

Menurut Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Statistik Diskominfo Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi, kronologi insiden itu bermula ketika pihaknya menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengisian data untuk SID, monografi desa sekaligus open data dan sosialisasi aplikasi SIYAP sekira bulan Juni-Juli 2019 lalu.

“Ditelusuri, yang mengunggah itu adalah peserta bimtek. Saat itu yang diminta dibawa saat bimtek adalah data berdasarkan jenis kelamin, pendidikan dan lainnya yang bersifat publis. Yang memasukkan data dalam pelatihan itu aman. Setelah kita cek, kok ada yang uploadnya setelah pelatihan,” jelasnya. Selasa (8/6/2021).

“Data-data yang diunggah itu harusnya data yang bersifat publis, bukan data penduduk itu. Peserta bimtek ini admin desa tapi rata-rata kasi pemerintahan. Tapi ini tidak ada unsur kesengajaan,” sambungnya.

Sugeng menyebut, usai mengetahui insiden itu, pihaknya langsung mematikan server dan menyelusuri lebih dalam lagi terkait data-data yang diunggah di website tersebut. Sementara data kependudukan yang diketahui bocor adalah milik Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.   

(foto: istimewa)

Lebih lanjut, Sugeng menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Magelang untuk mengantisipasi disalahgunakannya data kependudukan tersebut.

“Jika nanti diketahui ada masyarakat yang menggunakan data itu, berarti ilegal,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, data kependudukan warga sejumlah desa di Kabupaten Magelang bocor melalui website opendata.magelangkab.go.id. Situs tersebut menampilkan data lengkap nama, nomer induk kependudukan, dan alamat warga.    

Dikhawatirkan data tersebut bisa disalahgunakan sehingga merugikan warga yang identitasnya tercantum lengkap. Diskominfo Magelang melalui akun twitter-nya telah menyampaikan permohonan maaf.

Pemerintah Kabupaten Magelang mengimbau agar masyarakat segera melapor ke pihak berwajib. Bila menemukan adanya penyalahgunaan data penduduk yang bocor tersebut. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: