Stafsus Menteri Ketenagakerjaan RI Pantau Bantuan Covid di Magelang, ini Hasilnya

BNews–MUNTILAN– Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Hindun Anisah lakukan kunjungan ke Kabupaten Magelang kemarin (24/12/2020). Kedatangannya tersebut dalam rangka  monitoring dan evaluasi (Monev) program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Kabupaten Magelang.

Bertempat di Kampung Ulam Desa Menayu Kecamatan Muntilan, Magelang, Hindun mengatakan bahwa bantuan program TKM JPS Covid-19 bisa menumbuhkan wirausaha baru. Serta melalui kelompok usaha yang terdampak pandemi Covid-19 bisa bangkit kembali.

Menurutnya, sebelum terjadi pandemi Covid-19 angka pengangguran di Indonesia sebesar 6,9 juta, dan setela pandemi meningkat menjadi 9,7 juta.

“Ini memprihatinkan, pengangguran ada di sektor formal dan informal. Sektor formal misalnya pekerja yan dirumahkan atau PHK, sektor informal misalnya yang punya usaha tetapi tidak bisa berproduksi di masa pandemi ini,” katanya.

Sementara itu, Kemenaker memberikan bantuan untuk TKM JPS Covid-19 untuk 8.750 kelompok di Indonesia. Yakni dengan nilai bantuan Rp40 juta per kelompok. Setiap kelompok terdiri 20 orang. Pencairan hingga akhir Desember ini sudah mencapai 99%.

“Penerima ini berasal dari berbagai bidang usaha, seperti konveksi, perikanan, pertanian, keuangan dan lainnya. Untuk mengajukan bantuan, mereka harus mendapatkan rekomendasi dari kepala desa setempat. Penggunaan bantuan tersebut bisa untuk merintis usaha maupun mengembangkan usaha yang sudah ada. “Penggunaannya tergantung kreativitas dari anggota kelompok tersebut,” paparnya.

Dia juga mengaku dari monev tersebut dirinya ingin mengetahui sejauh mana manfaat dari program TKM JPS Covid-19 di masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi penerima program di Desa Menayu karena telah melaksanakan usaha perikanan dari hulu hingga hilir, yakni mulai pembibitan hingga pengolahan hasil produk ikan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kelompok-kelompok di sini sudah solid. Produknya tadi saya coba juga sudah enak. Tinggal pengemasannya, karena pengemasan itu penting. Mungkin bisa menggandeng seniman untuk membuat kemasan yang menarik. Sehingga usaha semakin besar,” harapnya.

Sedangkan Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sidomakmur Desa Menayu, Sultoni mengungkapkan di Kabupaten Magelang ada 14 kelompok perikanan yang menjadi sasaran program tersebut. Tentunya dengan klaster usaha mulai hulu sampai hilir meliputi pembenihan (3 kelompok), pembudidaya (7) pengolahan (3) dan pemasaran (1).

“Adanya beragam sektor usaha ini menjadi networking yang terintegrasi. Misalnya untuk pembibitan ikan di Menayu, ditebar di kelompok di Kecamatan Kajoran, nanti dari sana dipasarkan lagi di Menayu,” katanya.

Ia menyebutkan di kelompok Sidomakmur yang merupakan klaster pembudidaya, dari bantuan yang telah cair pada pertengahan November lalu, saat ini telah mulai ada pesanan hasil budidaya. Ikan yang dibudidayakan terdiri dua macam yakni ikan konsumsi seperti nila, lele, gurame dan patin, serta ikan hias seperti komet, koi, arwana, cupang dan klathi. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: