Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tradisi Sungkem Tlompak Tiap Tanggal 5 Syawal di Lereng Merbabu Magelang

Tradisi Sungkem Tlompak Tiap Tanggal 5 Syawal di Lereng Merbabu Magelang

  • calendar_month Jum, 28 Apr 2023

BNews–MAGELANG-– Warga melaksanakan doa bersama di Sumber Air Tlompak Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Rabu (26/4).

Tradisi Sungkem Tlompak biasanya dilaksanakan setiap 5 syawal pada penanggalan jawa. Hal itu sebagai wujud rasa syukur atas melimpahnya Sumber Mata Air Tlompak.

Diberitakan sebelumnya, Sujak juru kunci Tlompak, Alip mengatakan bahwa sejak awal puasa Ramadhan lalu; warga Dusun Gejayan yang juga salah satu basis seniman petani Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang; melakukan berbagai persiapan untuk warga Keditan melakukan tradisi Sungkem Tlompak.

“Mereka bergotong-royong antara lain membersihkan sumber air Tlompak, sekitar 400 meter dari Dusun Gejayan; membuat berbagai instalasi seni pertanian dengan berbagai bahan alam dan membuat panggung pementasan kesenian rakyat yang eksotis menggunakan bahan alam di halaman rumah juru kunci Tlompak, Alip,” katanya.

Dalam rangkaian tradisi ini juga dipentaskan 20 macam kesenian rakyat dari berbagai dusun di kawasan Barat lereng Merbabu ini. ”Kami melaksanakan tradisi ini sebagai kebaikan yang mempersatukan, membuat warga tetap guyub,” imbuh Sujak.

“Ini merupakan tradisi warisan leluhur yang harus tetap dipertahankan dan dilestarikan sebagai salah satu media kerukunan antar warga; dalam tradisi ini warga juga melakukan doa kepada Tuhan supaya selalu terbebas dari musibah; beroleh kesehatan, anak-anak bersekolah dengan baik, masyarakat lancar dalam mencari penghidupan sehari-hari, hidup tenteram, dan damai,” tandasnya.

Sementara Kepala Dusun Gejayan Sulis Prasetyo menambahkan bahwa warga Gejayan menyambut kedatangan warga Keditan untuk tradisi Tlompak; semoga doa dan harapan warga mendapatkan rida dari Allah SWT, warga beroleh keselamatan dan hidup tenteram.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Di sumber air Tlompak, warga duduk bersila, sedangkan para sesepuh meletakkan berbagai sesaji di tempat itu. Alip kemudian menaburkan bunga mawar, membakar kemenyan, dan mengucapkan doa selama beberapa saat,” tambahnya.

Diceritakan dahulunya tradisi itu bermula dari paceklik di Dusun Keditan pada masa lalu.

“Sejumlah sesepuh dusun kemudian tirakat di sumber air Tlompak dan mendapatkan bisikan dari pepunden (penunggu) tempat itu yang dikenal sebagai Kiai Singo Barong yang intinya warga wajib melakukan Sungkem Tlompak setiap 5 Syawal. Jika pada tanggal itu bertepatan dengan Hari Jumat atau Senin Legi, maka tradisi itu dijalani warga bertepatan dengan 6 Syawal,” ujarnya.

“Dan sejak beberapa tahun terakhir, para seniman petani yang tergabung dalam Padepokan Warga Budaya Gejayan pimpinan Riyadi, mengembangkan Sungkem Tlompak selain sebagai tradisi pelestarian sumbar air, juga ajang halalbihalal atau silaturahim warga setiap Syawal dan keramaian desa di kawasan Gunung Merbab,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less