Status Tanggap Darurat Korona Diperpanjang Hingga H+5 Lebaran

BNews—NASIONAL— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status masa tanggap keadaan darurat akibat Virus Korona (Covid-19) diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Saat ini, penyebaran virus yang cepat dan meluas ke berbagai daerah sudah dikategorikan sebagai bencana skala nasional.

”Ini bisa juga disebut skala nasional,” kata Kapusdatin BNPB Agus Wibowo, kemarin (17/3).

Meski menjadi bencana nasional, dilain sisi pemerintah pusat ataupun daerah belum menetapkan status darurat. Terang dia, status keadaan tertentu diperpanjang lagi karena sampai saat ini belum ada daerah-daerah ataupun nasional yang menetapkan status keadaan darurat.

”Sehingga BNPB perlu memperpanjang lagi dari tanggal 29 Februari sampai 29 Mei 2020,” terangnya.

Atas dasar itu, Agus meminta agar kepala daerah segera menetapkan status wilayahnya. Permintaan itu berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo.

”Satu siaga darurat, kedua tanggap darurat. Untuk siaga darurat yang belum ada kasus bisa untuk jaga-jaga,” jelas dia

”Kemudian tanggap darurat untuk daerah yang sudah positif. Sudah banyak positif seperti DKI Jakarta, Jabar, dan lainnya bisa menetapkan status tanggap darurat,” sambungnya.

Loading...

Namun demikian, Agus menghimbau penetapan status daerah itu harus didahului konsultasi. Yakni antara pemerintah daerah dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

”Tentunya perlu konsultasi dahulu dengan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yakni kepala BNPB [Doni Monardo],” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: