Tabligh Akbar Polres Magelang Ingatkan Banyak Isu Hoax di Medsos

BNews—MUNGKID— Polres Magelang menggelar Tabligh Akbar dan Istigosah Colling System Pilpres dan Pileg 2019 pagi tadi (26/3). Acara digelar di Lapangan Soepardi Kota Mungkid dihadiri jajaran pejabat Polres Magelang, Pemkab Magelang, Forkompinda dan pihak terkait dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Magelang.

 

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Kabupaten Magelang yang selama ini telah mengikuti setiap tahapan Pemilu dengan arif, bijak, damai, dan sejuk. “Dengan tertibnya masyarakat Magelang ini  sehingga tidak ada peristiwa-peristiwa menonjol yang berkaitan dengan konflik dan bentrok fisik dalam Pemilu 2019,” Katanya dalam sambutannya.

 

“Namun saya tetap himbau kepada seluruh masyarakat tetap mewaspadai dan mengantisipasi, karena gejala-gejala isu-isu yang saat ini berkembang di media sosial (Medsos), baik di instagram, facebook, maupun group-group Whats’ap saat ini sering kali ada postingan-postingan berita-berita yang tidak betul (hoax), fitnah-fitnah, yang bisa menimbulkan keresahan dan perpecahan, yang sifatnya mengandung SARA,” imbuhnya.

 

Yudianto juga menekankan bahwa hal inilah yang harus kita sikapi secara bijak dengan penuh wawasan dan keyakinan, bahwa siapa saja yang nanti terpilih pada Pemilu 2019, Indonesai akan terus berjaya. “Jadi tidak usah Khawatir,” ungkapnya.

 

 

Terakhir Kapolres memberikan seruan keras, dimana dahulu bangsa Indonesia ini pernah dijajah oleh Belanda karena mudah dipecah belah. Dan Bangsa Indonesia ini bisa merdeka karena umat Islam bisa bersatu.

 

“Jadi jangan ada lagi yang terpecah belah, terutama umat Islam di Indonesia,” tegasnya.

 

Sementara turut hadir Bupati Magelang, Zaenal Arifin yang memberikan apresiasi terhadap peran serta TNI dan POLRI selama ini dalam mengawal keutuhan bangsa dan negara. “Di dalam konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, tugas TNI, Polri, dan segenap warga negara Indonesia adalah menjaga ketertiban dunia berdasarkan kedamaian abadi dan keadilan social,” katanya dalam sambutannya.

 

Loading...

Diungkapkan juga bahwa, titah Gusti yang ada di dunia ini adalah untuk bersama-sama menghargai segala perbedaan. “Karena tuhan telah menciptakan dunia ini dengan penuh warna dan keberagaman, sehingga bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya,” imbuhnya.

 

Sebagai pembicara dalam acara Tablik Akbar ini adalah Kyai Haji Fauzi Arhan, yang juga menyampaikan bahwa seharusnya pesta demokrasi di Indonesia bisa disambut dengan gembira, bukan malah menimbulkan dampak perpecahan bagi bangsa. “Pesta demokrasi ini kan hanya lima tahun sekali, dan ini juga sudah berlangsung beberapa kali, seharusnya hal ini sudah menjadi hal yang biasa. Pemilu ini masalah yang kecil kok menurut saya, yang ribet itu yang pengen menguasai, kalau rakyat ya tenang-tenang saja,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: