Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dukung Digitalisasi, Mahasiswa Untidar Bersinergi dengan BPPKAD Kabupaten Magelang dalam Pemutakhiran Data Desa

Dukung Digitalisasi, Mahasiswa Untidar Bersinergi dengan BPPKAD Kabupaten Magelang dalam Pemutakhiran Data Desa

  • calendar_month Jum, 7 Feb 2025

BNews–MAGELANG– Sebanyak 40 mahasiswa KKN dari jurusan Manajemen Universitas Tidar (Untidar) Magelang bekerja sama dengan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magelang. Untuk mendukung pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta digitalisasi data desa di tiga kecamatan, yakni Mertoyudan, Mungkid, dan Muntilan.

Program ini berlangsung mulai 11 November hingga 31 Desember 2024 lalu. Melibatkan penggunaan aplikasi SiPBB Trengginas untuk memudahkan pemutakhiran data.

Salah satu tujuan dari program ini yakni untuk meningkatkan akurasi data desa dan mempercepat proses administrasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kepala BPPKAD Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh dalam sambutannya mengapresiasi atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa Untidar dan pihaknya dalam mendukung digitalisasi pengelolaan pajak daerah.

“Program ini sangat membantu dalam mempercepat pemutakhiran data serta meningkatkan akurasi informasi pajak, yang pada akhirnya akan berdampak pada optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya dalam rilis pers yang diterima BorobudurNews.com, Jumat (17/2/2025).

Sebelum proses penerjunan ke desa, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang dipandu oleh pihak BPPKAD Kabupaten Magelang. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi SiPBB Trengginas kepada mahasiswa karena aplikasi tersebut baru diluncurkan oleh pihak BPPKAD Kabupaten Magelang.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Mahasiswa diberikan pemahaman dan wawasan terkait aplikasi SiPBB Trengginas. Mulai dari bagaimana cara kerjanya, cara pengisian data yang benar, terkait fitur-fitur dan fungsi yang tersedia di dalamnya, dan lain sebagainya.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai masalah umum di desa tentang pemutakhiran data. Mahasiswa Untidar diterjunkan ke desa-desa di tiga kecamatan tersebut, yang mencakup sekitar 40 desa.

Tugas dari mahasiswa yaitu untuk membantu perangkat desa dalam pemutakhiran data PBB yang mencakup berbagai aspek penting. Seperti pemunculan objek baru, mutasi, pembetulan, pengurangan ketetapan, SK NJOP, Salinan SPPT, dan Pembatalan.

Selain itu, mahasiswa juga membantu memberikan pelatihan dan pemahaman kepada perangkat desa mengenai penggunaan sistem SiPBB Trengginas. Dengan terlibat langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan dapat memperlancar proses administrasi dan meningkatkan kualitas data di setiap desa. Dan mendukung implementasi aplikasi SiPBB Trengginas secara efektif.

“Adanya program pemutakhiran data PBB yang dibantu oleh beberapa mahasiswa sebagai pendamping sangat membantu perangkat desa dalam menyelesaikan berkas permohonan PBB masyarakat desa. Ditambah dengan adanya aplikasi SiPBB Trengginas ini kami lebih mudah dalam melakukan pengajuan tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor BPPKAD” ujar Jamrodin selaku perangkat Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan. 

Hal serupa disampaikan Rowandhi dari Desa Danurejo. “Dengan adanya progam pemutakhiran data melalui SiPBB Trengginas yang dibantu oleh Mahasiswa KKN Universitas Tidar dapat memberikan dampak kerja sama yang baik dengan perangkat desa dalam kasus – kasus yang terjadi. Dan dengan adanya progam ini pemerintah desa merasa data PBB yang ada di Desa dapat lebih tertata dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih mudah,” ucapnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Meskipun program ini berjalan dengan baik, namun mahasiswa dan perangkat desa menghadapi beberapa tantangan, seperti akses internet yang terbatas di beberapa desa, kurangnya kesadaran masyarakat terkait pemutakhiran data, serta kelengkapan dokumen yang belum terpenuhi.

Selain itu, mahasiswa juga menemukan adanya tunggakan pada SPPT PBB tahun lalu pada beberapa objek pajak sehingga menghambat proses penginputan.

Kurangnya pemahaman perangkat desa terhadap sistem ini juga dapat menjadi kendala. Sehingga mahasiswa harus memberikan pendampingan lebih lanjut agar sistem ini dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan di setiap desa. 

Dengan adanya kolaborasi antara BPPKAD dengan mahasiswa ini, diharapkan program digitalisasi data desa dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Sehingga pelayanan dan administrasi publik mengenai PBB-P2 menjadi lebih akurat, transparan, dan cepat.

Keberhasilan dalam program ini sangat diharapkan, sehingga kedepannya aplikasi tersebut dapat dikembangkan secara optimal dan dapat digunakan di seluruh desa yang berada di wilayah Magelang baik kabupaten atau kota agar dapat merasakan manfaat dari inovasi peluncuran aplikasi tersebut. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less