Tante Cantik di Sleman Jadi Korban Begal Motor, Ini Curhatan Ina Rimawati
BNews—JOGJAKARTA— Aksi kejahatan begal terjadi di Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, Sabtu, (25/9). Pelaku membawa senjata tajam dalam menjalankan aksi jahatnya.
Pelaku yang berjumlah dua orang berhasil membawa kabur motor Honda Scoopy bernomor polisi AB2047 OY milik korban.Kejadian ini dialami oleh korban Florentina Ina Rimawati.
Ia mengungkapkan, di dalam jok motor Scoopy ada STNK motor, dompet warna merah yang berisi KTP, SIM, BPJS juga tiga kartu ATM atas nama korban.Apa yang dialaminya ini kemudian diunggah di beranda Facebook-nya.
Berikut pengakuan Ina, sapaan akrab korban, seperti dikutip Borobudur News dari Facebook Florentina Ina Rimawati II, Senin (27/9):
”Pagi ini, sekitar jam 05.00WIB, seperti biasa Aku berangkat dari rumah menuju Gereja Klepu untuk ikut Misa Kudus Harian di sana. Sampai di Krompakan ujung selatan daerah persawahan tiba-tiba ada dua orang berboncengan njejeri motorku sambil tanya, ”Mbak, ngerti omahe Nggomeng?”
”Karena Aku ndak tau, ya, kujawab tidak tau. Orang tersebut tanya semakin keras sambil tiba-tiba Aku dipepet dan kunci motorku diambil paksa sehingga laju motorku terhenti. Aku panik, sambil tetap memegang setang motor dan tiba-tiba orang yang di depan bilang, ’bacok wae… bacok wae…’.”
”Dan tahu-tahu orang yang di belakang sudah mengangkat entah pedang entah parang ke arahku. Aku didorong sampai hampir jatuh dan menjauh, dan juga karena Aku takut kalau pedang atau parang itu ditebaskan ke kepalaku, motor kulepas.”
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)
”Kemudian orang yang duduk di belakang pindah posisi menaiki motorku dan nggeblas ke arah selatan….. Aku yang sudah begitu ketakutan berteriak minta tolong dan kemudian berdatanganlah Bapak-bapak yang kebetulan pagi itu sudah di sawah. Aku kemudian hubungi teman-teman terdekat juga polisi. Semua laporan sudah diproses.”
”Oiya, saat Aku melintas di Krompakan dan diikuti dua orang tersebut, ada teman yang memfoto dan memberikan informasi bahwa Aku diikuti orang tukang motas anjing. Tapi karena posisiku mengendarai motor dan mau ke gereja, Aku nggak buka HP. Aku tahu ini setelah kejadian ketika Aku mau hubungi teman tersebut.”
”Foto Aku share di sini supaya bisa menambah info untuk melacak orang tersebut. Siapa tahu ada yang mengenalnya. Aku nggak menyangka akan mengalami ini. Puluhan tahun Aku lalui jalan itu tiap pagi untuk ikut misa harian di Gereja Klepu.”
”Scoopy yang dirampas ini yang dulu mengantar suamiku ke ajal, namun motor ini penuh kenangan yang manis. Motor ini juga yang sekarang menjadi saranaku untuk tetap bisa mengais rejeki, berbagi dan melayani. Aku percaya, Tuhan sudah merencanakan yang terindah dalam hidupku dan anak-anakku. Dan aku yakin, rencana Tuhan indah untukku. (ifa/han)