Jelang Kemarau 2026, Jateng Terima Alat Penghasil Air Minum dari Udara
- calendar_month 10 menit yang lalu

Pemprov Terima Hibah Alat ToyaKU, Inovasi Air Minum dari Udara
BNews-JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah alat penghasil air minum dari udara bernama ToyaKU dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Selasa (5/5/2026). Teknologi hasil riset mahasiswa tersebut diklaim mampu menghasilkan air siap minum tanpa bergantung pada sumur, sungai, maupun jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Penyerahan alat dilakukan langsung oleh Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, Sumarno turut mencoba langsung air minum yang dihasilkan oleh alat ToyaKU.
“Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk ToyaKU ini. Ini luar biasa karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar,” kata Sumarno.
Menurutnya, kualitas air yang dihasilkan ToyaKU tidak berbeda dengan air yang berasal dari sumber mata air alami. Ia juga mengapresiasi kontribusi Udinus dalam menghadirkan inovasi yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah.
Apalagi, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau panjang diprediksi mulai terjadi pada Juni 2026 mendatang.
“Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini, juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air, utamanya air bersih di musim kemarau nanti,” imbuhnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain itu, Sumarno berharap teknologi ToyaKU dapat terus dikembangkan dan diproduksi dalam jumlah lebih banyak agar bisa dimanfaatkan di daerah yang mengalami kesulitan air bersih maupun wilayah yang minim sumber mata air.
Sementara itu, Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menjelaskan bahwa ToyaKU merupakan singkatan dari Smart Atmosphere Water Federation yang lahir dari hasil riset mahasiswa Udinus.
Menurutnya, keunggulan alat tersebut terletak pada kemampuan memanen air langsung dari udara dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
“Insyaallah kesehatannya terjamin karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang,” jelasnya.
Pulung mengatakan hasil riset yang dikembangkan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Melalui hibah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pihaknya berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat, terutama saat menghadapi musim kemarau.
“Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan air minum bersih saat ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya di daerah yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Saat ini, pihak Udinus juga tengah mengupayakan hak paten untuk teknologi ToyaKU. Air yang dihasilkan alat tersebut disebut telah mengantongi sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Adapun kapasitas produksi ToyaKU mampu menghasilkan sekitar 8 liter air dalam waktu 12 jam.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto, turut mengapresiasi hibah teknologi tersebut. Menurutnya, ToyaKU menjadi inovasi menarik karena bekerja layaknya dispenser yang mampu mengolah udara menjadi air layak minum.
Laksono mengatakan alat hibah dari Udinus tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah ruang publik milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“ToyaKU ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan ToyoaKU,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar