Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Banjir Bandang Lereng Gunung Sokorini Putuskan Jembatan Dlimas Magelang

Banjir Bandang Lereng Gunung Sokorini Putuskan Jembatan Dlimas Magelang

  • calendar_month 9 menit yang lalu

BNews-MAGELANG — Banjir bandang yang membawa material longsor memutus total Jembatan Dlimas di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Minggu (3/5/2026) malam. Putusnya jembatan penghubung Desa Citrosono dan Desa Banjarsari tersebut menghambat mobilitas warga sekaligus aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat setempat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Sokorini sejak sore hari.

Derasnya arus sungai semakin tidak terkendali setelah aliran air tersumbat material longsor berupa tanah, batu, hingga gelondongan kayu yang terbawa dari kawasan perbukitan.

Akibatnya, konstruksi Jembatan Dlimas tidak mampu menahan derasnya aliran banjir dan akhirnya putus total.

Dampak paling dirasakan oleh warga Dusun Batur dan Dusun Butuh yang selama ini mengandalkan jembatan tersebut sebagai akses utama menuju area perkebunan dan aktivitas sehari-hari.

Sekretaris Desa Banjarsari, Fathurohman, mengatakan Jembatan Dlimas merupakan jalur vital bagi masyarakat karena menjadi akses tercepat menuju lahan pertanian dan perkebunan warga.

“Kalau harus memutar, jaraknya cukup jauh dan memakan waktu. Jadi ketika jembatan ini putus, warga sangat terdampak,” ujar Fathurohman saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Untuk mengatasi kondisi darurat, warga dari Desa Citrosono dan Desa Banjarsari langsung bergotong royong membangun jembatan sementara menggunakan material seadanya agar jalur tersebut tetap dapat dilalui.

Jembatan darurat itu diharapkan dapat membantu aktivitas masyarakat sambil menunggu proses penanganan dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudianto, memastikan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

Menurutnya, Jembatan Dlimas menjadi salah satu akses penting yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Grabag.

“Ini jalur penting bagi aktivitas warga, terutama untuk akses ekonomi. Saat ini kami sedang melakukan survei teknis sebagai dasar perencanaan pembangunan kembali,” terang David.

Pemerintah Kabupaten Magelang memastikan rekonstruksi Jembatan Dlimas akan menjadi prioritas penanganan infrastruktur pascabencana.

Masyarakat berharap proses pembangunan kembali jembatan dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi, pertanian, dan mobilitas warga kembali normal. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less