Terapkan Prokes, Kesenian Soreng Magelang Hibur Masyarakat Melalui Virtual

BNews–MAGELANG– Setelah hampir satu tahun tidak pentas, kesenian asli Magelang Soreng lereng Merbabu akhirnya tersalurkan. Dimana mereka pentas dalam acara rutin yang digelar Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, kemarin (21/2/2021).

Mereka pentas secara virtual yang digelar dari Panggung Pentas Tourist Information Center (TIC) Borobudur milik Disparpora Kabupaten Magelang. Mereka menjadi penampil ketiga, pada Minggu ketiga setelah acara rutin tersebut digelar.

Mereka adalah Soreng Yudha Manunggla Karya dari Dusun Krajan Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Dimana penari sorengnya yang dipentaskan merupakan anak muda semua.

Mereka masuk dalam rangkaian promosi wisata seni budaya Kabupaten Magelang yang sempat terhenti karena covid-19.

“Kami bisa masuk dan diikutkan dalam ajang rutin ini karena pernah menjadi Juara 2 saat Festival Telomoyo beberapa waktu lalu yang digelar Disparpora Kabupaten Magelang. Ya sangat bangga, karena kesenian Sereng Yudha Manunggal Karya ikut dipormosikan. Apalagi secara virtual, orang dimana mana bisa melihat,” ungkap Satria Bima Sakti, 28, salah satu pengurus kesenian tersebut saat diwawancarai Borobudurnews.

Terkait bisa pentas kembali selama dihentikan Pandemi, Satria mengungkapkan rasa senangnya. Pasalnya, dulu sebelum pandemi melanda kelompoknya hendak pentas namun bantal.

“Dulu kurang dari 2 minggu kelompok kita akan pentas, namun pandemi melanda dan pemberlakuan pembatasan dilaksanankan sehingga batal. Ya Alhaamdulillah ini menjadi pelipur lara, kangen menari kesenian bisa tersalurkan oleh teman-teman,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Terkait jumlah penari, lanjutnya karena saat ini masih pandemi tetap dibatasi. Dan mayoritas yang ikut menari soreng masih anak muda.

“Ini kita keluarkan yang muda-muda, memang ada yang lapis satu atau seniornya. Sekaligus untuk regenari kesenian soreng di kampung kami, karena hal itu juga sangat penting,” ujar Satria.

Terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) saat pandemi dalam pementasan kesenian Soreng, Satria sangat mengapresiasi Disparpora Kabupaten Magelang yang telah memfasilitasinya. Meskipun sedikit berbeda pola karena prokes, namun tetap harus dilakukan.

“Ya intinya kita tetap senang walau harus memang menerapkan prokes. Terkait mengganggu gerak dan pola tari pastinya, karena fokus tariannya jadi terbagi. Namun kami tetap bisa menyesuaikan dan taat prokes,” tegasnya.

Satria juga berharapa masa pandemi covid-19 ini cepat berakhir. “Ya semoga segera selesai kembali normal kembali. Dan para pelaku kesenian di Kabupaten Magelang bisa aktif kembali,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: