TERBONGKAR !!! Motif Dukun Pengganda Uang di Magelang yang Bunuh 4 Orang

BNews–MAGELANG-– Jajaran Polres Magelang mengungkap kasus pria yang mengaku sebagai dukun pengganda uang di wilayah Kecamatan Kajoran. Pria itu IS, 57, yang juga  telah menghabisi empat orang dengan menggunakan racun sianida.

Setelah dimintai keterangan, ternyata motif di balik aksi kejamnya yakni ingin menguasai uang korban.

“Motif sama untuk menguasai uang tersebut. Pelaku ini memasukkan Apotas ke dalam air yang dituangkan dalam plastik bening. Alibinya sebagai syarat dalam mendoakan uang tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan kepada wartawan dalam jumpa pers di kantornya, Senin (22/11/2021).

Tak lama setelah minum air dicampur racun itu, para korban ditemukan meninggal. Para korban racun maut dukun tersebut yakni berinisial L, 31, W, 38, S, 63 dan M, 52. L dan W dihabisi waktu yang sama, sementara dua lainnya dihabisi pada waktu yang berbeda.

“Kami dalam kalimat hukum, ya seperti kami sebutkan pasal 340 dengan pembunuhan berencana atau pembunuhan pasal 338 KUHP. Tapi memang dalam rangkaian peristiwanya ada satu rangkaian,” ujar Alfan.

“Rangkaian peristiwa dengan motif dan modus yang sama diduga dilakukan oleh tersangka. Berdasarkan alat bukti yang sudah kami dapat dalam proses penyidikan terjadi rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Penyidik terus mendalami keterangan yang disampaikan tersangka maupun saksi-saksi. Tersangka sendiri telah mengakui perbuatannya.

“Saat ini masih kita dalami lagi. Sementara untuk keterangan tersangka dan informasi yang kita dapat, ya empat korban. Kami masih terus mendalami informasi-informasi di lapangan,” kata Alfan.

Sebelumnya, Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, menjelaskan korban pertama yang dihabisi pelaku yakni M. M dibunuh dengan racun pada Kamis (14/5/2020).

Sementara S, 63, dibunuh oleh Pelaku pada akhir tahun 2020 lalu. Korban ini juga tewas diracun oleh Pelaku. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: