Terdakwa Pembunuhan Istri dan Mertua di Purworejo Dihukum Mati

BNews—PURWOREJO— Majelis hakim PN Purworejo menjatuhkan hukuman pidana mati kepada terdakwa Gunardi, 36, pelaku pembunuhan terhadap istri dan mertuanya, kemarin. Vonis lebih berat dari tunutan jaksa yang meminta hakim memvonis 20 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Mardison menilai perbuatan terdakwa membunuh istri dan mertuanya pada 5 Mei lalu sangat keji. Juga sudah direncanakan.

Advertisements


“Memutuskan menetapkan hukuman pidana mati kepada terdakwa,”kata majelis hakim diikuti sorakan dari keluarga korban.


Majelis haki menilai aksi pembunuha dilakukan berencana. “Tidak masuk logika hukum bahwa untuk berjaga-jaga, terdakwa membawa tiga buah pisau padahal dia sendirian. Alasan bahwa pisau akan ditunjukkan (untuk menakut-nakuti korban Siti Sarah, red) juga tidak masuk akal, karena terdakwa datang untuk menyelesaikan masalah (rumah tangga, red),” kata Majelis Hakim.

Korban yang biasanya pulang ke Purworejo pada Hari Jumat, pada saat itu memilih pulang di Hari Sabtu dengan alasan susah mendapatkan tiket. Majelis hakim menyatakan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan karena tiket bisa dibeli melalui online.

“Yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan, sadis dan keji, hingga menyebabkan para korban kehilangan nyawa. Anak terdakwa mengalami luka dan trauma. Hal yang meringankan terdakwa tidak ada,” lanjut Hakim.

Ima Fatima, anak dua korban (kakak korban Siti Sarah), langsung menangis dan mengucap syukur usai Madison membacakan vonis mati. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada Majelis Hakim.

Menanggapi vonis tersebut, pengacara terpidana, Dewa Antara dari LBH Sakti menyatakan pikir-pikir. “Karena hukuman mati itu melanggar HAM dan perkara ini bukam extra ordinary crime. Kami akan pikir-pikir dulu, kemungkinan besar mengajukan banding,” kata Antara usai sidang.

Senada dengan PH, JPU Masruri Abdul Azis juga menyatakan akan pikir-pikir. Karena dalam.melakukan penuntutan sudah sesuai dengan apa yang dipelajari dan sesuai dengan keyakinan.

Untuk diketahui, Gunardi warga Desa Panggel Dlangu, Kecamatan Butuh, Purworejo, tega mengabisi nyawa istrinya Siti Sarah Apriyani, 32, dan ibu mertuanya Endang Susilowati, 50, pada Minggu (5/5) silam. Di depan petugas tersangka mengaku nekat melakukan perbuatan sadisnya lantaran sakit hati karena digugat cerai oleh sang istri.

Diketahui, hubungan pasangan suami istri tersebut sudah tidak harmonis sejak 5 bulan terakhir. Sang istri pun akhirnya menggugat suaminya yang sering marah dan mengancam untuk melukai. (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: