Terkait Kabar Terbaru Jalur Kereta Api Di Magelang

BNews–MAGELANG- Terkait kabar jalur kereta api Semarang-Magelang-Yogyakarta hingga saat ini masih dalam pengkajian.

Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan DPUPR Kabupaten Magelang, Adang Atfan Ludhantono mengatakan sepehaman kami menurut Perpres 79 dan yang terbaru ini belum ada.

“Belum masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) ya, sepemahaman kami masih dalam tahap kajian. Jadi belum penetapan, kalau seperti jalan tol kan sudah ada penetapan dan ada perpressnya,” katanya (18/11/2021).

Terkait video maket yang beredar di Youtube itu memang dari Kemenhub. “Sepemahami kami masih dalam kajian di pusat,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan beredar video rencana Jalur Kereta Wisata Jogja-Borobudur-Ambarawa-Semarang dari Kementrian Perhubungan. Rencana pengaktifan kembali jalur ini memang sudah lama didengar.

Tampak dalam video udara tersebut tampak mulai dari stasiun kedung jati hingga beberapa bakal lokasi stasiun baru dan exiting seperti di Secang dan Palbapang.

Tampak beberapa area persawahan dan permukiman warga di cetak kuning dan tertulis sebagai exiting kereta api. Ada juga yang terlintasi jalur kereta api hingga ke Jogja.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sebelumnya diberitakan bahwa Kereta Api jalur Semarang-Yogyakarta memang akan melintas di Kabupaten Magelang sudah dirapatkan. Komunikasi antara Pemkab Magelang dengan pihak PT KAI sudah dilakukan.

“Kita pernah diundang oleh PT KAI untuk menghadiri rapat, dan intinya kedepan masih ada aktivasi jalur kereta api,” ungkap Kepala Bapeda Kabupaten Magelang, Sugiyono kemarin (21/1/2020).

Disebutkannya, Dulu pernah ada titik jalur, titik stasiun di wilayah Kabupaten Magelang. “Namun lagi-lagi itu baru konsultan. Saat ini perkembangannya atau setelah rapat itu belum ada kelanjutannya,” imbuhnya.

Menurut Suginono, di wilayah Kabupaten Magelang terdapat banyak keunggulan dari berbagai sektor. “Kita memiliki keunggulan yaitu pertanian, wisata, industri usaha kecil dan menengah. Keberadaan kereta api Itu sangat penting,” tegasnya.

“Saya beranggapan seperti itu karena Kereta Api memang kendaraan transportasi massa, tetapi juga digunakan dua sisi untuk wisata dan pengangkut barang. Sementara tol bisa kendaraan pribadi dan kendaraan masif,” paparnya.

“Dua duanya kita butuhkan, jalan tol dan kereta api untuk kepentingan wisata yang nyaman, cepat dan tidak macet. Kita sampaikan secara teknis kalau memungkinkan antara rel kereta api dan jalan tol berdampingan, saya usulnya itu,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: