Ternyata Dua Patung di Jembatan Krasak Adalah Pekerja yang Tewas

BNews–SALAM—Dua patung pekerja ada di ujung Jembatan Krasak Salam yang membentang di atas sungai di perbatasan Magelang-Jogjakarta. Sosok patung itu dibangun untuk mengenang pekerja yang tewas saat pembangunan jembatan.

Bagi yang biasa melewati Jembatan Krasak di perbatasan Kabupaten Magelang dan Sleman Jogjakarta pasti melihat dua patung pekerja di ujung utara jembatan.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Penelurusan borobudurnews.com dari berbagai sumber, patung pekerja ini dibikin bukan tanpa alasan. Dua patung ini menggambarkan dua orang bernama Susiani dan Ahwo. Ya mereka memang dulunya pekerja jembatan itu di tahun 1976.


Kedua pekerja ini tewas terkena ledakan dinamit. Saat itu untuk menggali pondasi sedalam tiga puluh meter harus dilakukan dengan meledakkan dinamit karena kontur tanah berbatu.

Saat itu keduanya tidak mendengar instruksi dari pimpinan proyek jika akan dilakukan peledakan dinamit. Alhasil, mereka berdua yang sedang bekerja tewas seketika.

Untuk mengenang kedua pekerja itu, maka dibuatkan monumen berupa patung dua pekerja berhelm proyek yang sedang mengebor. Jembatan Krasak diresmikan oleh Presiden Suharto pada 1977.

Usai dibangun jembatan Krasak pernah runtuh di tahun 1991. Penyebabnya kecelakaan sebuah truk tangki bermuatan bahan bakar. Saat itu lalu lintas Magelang Jogja kacau balau.

Perbaikan Jembatan Krasak dimulai 23 Mei 1991 dan selesai pada 2 Agustus 1991. Setahun kemudian, di sebelah Timur Jembatan Krasak dibangun sebuah jembatan lagi sehingga setelah itu di Jl. Magelang di atas Sungai Krasak membentang 2 Jembatan Krasak seperti yang ada saat ini. (bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: