Ternyata Ini Motif Bunuh Diri Siswi Kelas 6 SD di Muntilan

BNews—MUNTILAN— Teka-teki motif bunuh diri yang dilakukan bocah kelas VI SD, Elsa Erista Desyana, Sabtu kemarin (25/1) akhirnya menemui titik terang. Polisi menyebut, korban yang masih berusia 15 tahun itu merasa kecewa berat karena keinginan memiliki ponsel tidak dikabulkan orang tuanya.

Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanto menjelaskan, pengusutan motif Elsa bunuh diri berdasarkan beberapa keterangan saksi yang berasal dari keluarga korban. Diantaranya ayah korban, Muhroji, 66; kakak korban, 20; dan kakak ipar korban Samani Ahmad, 30.

”Dari pemeriksaan beberapa saksi dan orang tua korban, motif Elsa gantung diri diduga karena minta dibelikan handphone tidak dituruti. Dan rencana akan dibelikan setelah masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP),” jelasnya.

Diketahui pula dari para saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), disimpulkan bahwa kejadian tersebut murni bunuh diri. Sebab, hasil visum yang dilakukan tim dokter, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sedang keluarga korban sudah menerima serta mengikhlaskan bila kejadian tersebut benar-benar merupakan musibah.

”Saya berpesan kepada orang tua. Anak jangan terlalu dimanjakan supaya bisa diajak hidup sederhana. Serta selalu taat beragama,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang bocah kelas VI SD Menayu 2 di Muntilan, Elsa Erista Desyana, 15, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Sabtu siang, (25/1). Warga Dusun Sorogenen RT 6 RW 03, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi leher terikat.

Loading...

Peristiwa itu pertama kali diketahui kakak korban, Agung Pambudi, 20, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Agung menanyakan kepada ibunya, Salamah, tentang kabar adiknya. Maklum, sang adik sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi mengurung diri di kamar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Agung lantas menghampiri kamar korban. Saat dipanggil, adiknya tidak menyahut. Ia kemudian mencoba membuka pintu untuk masuk, namun ternyata dikunci dari dalam.

Merasa curiga, Agung berupaya mendobrak pintu kamar korban. Betapa terkejut ketika dirinya melihat tubuh adik tergantung dengan posisi leher terikat selembar selendang yang diikatkan di belandar (balok di atap bangunan).

Polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus mendata identitas korban. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan visum. Dokter yang memeriksa korban menjelaskan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sedang korban meninggal murni karena gantung diri. (bsn/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: