Terungkap! Ini Modus Kecurangan Seleksi CPNS 2021

BNews—NASIONAL— Pemerintah menemukan indikasi kecurangan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021. Terdapat indikasi kecurangan di beberapa titik lokasi mandiri.

Selain kecurangan menggunakan calo, panitia seleksi nasional (panselnas) juga menemukan upaya perusakan sistem seleksi dengan modus remote access.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyebut indikasi kecurangan tersebut harus ditindak tegas dan dijatuhi sanksi.

“Kasus kecurangan ini harus diusut dan segera diselesaikan sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika terbukti, pelakunya juga harus mendapat hukuman setimpal,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10).

Diketahui kecurangan terjadi pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS. Seleksi ini dilakukan sesuai jadwal di kementerian/lembaga atau instansi masing-masing.

Berikut beberapa kecurangan yang ditemukan dalam seleksi CPNS 2021.

Calo Tes CPNS

Masih ada temuan calo CPNS 2021. Salah satu kasus calo CPNS terungkap dari temuan penipuan perekrutan CPNS yang melibatkan nama anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania.

Olivia dan suaminya dilaporkan atas tuduhan penipuan jalur cepat tes CPNS oleh para korban. Kasus ini sekarang berada dalam tahap penyidikan oleh oleh Polda Metro Jaya.

Laporan terhadap keduanya terdaftar dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP.

Remote Access

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut indikasi kecurangan ditemukan pada pelaksanaan SKD Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di titik lokasi mandiri instansi Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Peserta mencoba merusak sistem seleksi CASN nasional dengan modus remote acces. Hal ini dibuktikan dengan hasil audit trail pada aplikasi CAT BKN terhadap aktivitas peserta seleksi selama pelaksanaan tes.

Modus remote access ini memungkinkan seseorang berada di lokasi berbeda mengakses komputer yang digunakan peserta saat tes berlangsung. Orang tersebut kemudian membantu peserta untuk menyelesaikan soal-soal ujian SKD.

Selain itu, BKN juga melakukan kegiatan forensik digital pada perangkat yang digunakan, dan penyelidikan internal di Instansi Pemerintah Kabupaten Buol.

Peserta yang terbukti curang akan langsung didiskualifikasi, sementara oknum yang membantu kecurangan akan diproses sesuai hukum. (*)

Sumber: CNNIndonesia

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: