TERUNGKAP !! Pemicu Awal Dhio Daffa Tega Racuni Orang Tua dan Kakak Kandungnya di Magelang

BNews–MAGELANG– Dhio Daffa pelaku pembunuhan berencana dengan cara meracun di Mertoyudan Magelang ungkap pemicu masalah awal. Sehingga Ia tega membunuh tiga anggota keluarganya sendiri.

Ia mengaku di depan awak media pemicu awal yang membuat dirinya nekat merancanakan pembunuhan tersebut karena soal investasi. Ia sakit hati karena terus ditagih ayah dan ibunya hasil dari investasi yang diberikan mereka.   

“Investasi sebesar Rp 400 juta. Kedua orang tua sering nagih hasilnya. Ternyata investasi ada yang fiktif juga,” katanya (6/12/2022).

Saat ditanya menyesal akan perbutannya, Dhio mengatakan menyesal sambil menundukan kepada. “Saya menyesal,” ujarnya singkat.

Karena hal itulah pelaku pada tanggal 15 November 2022 sekitar pukul 21.00 wib  sudah memiliki ide/niat untuk merencanakan pembunuhan. Dengan target kedua orang tua dan kakak perempuannya.

“Dan beberapa hari berikutnya baru muncul ide akan melakukan pembunuhan dengan cara diracun. Lalu tersangka  mencari tahu bahan kimia yang dapat digunakan untuk melakukan pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP Setyo Hermawan (6/12/2022).

Akhirnya,lanjutnya pada  tanggal 17 Nvember 2022 tersangka  menemukan bahan kimia di google dan melakukan pemesanan secara online. “Ia pesan melalui aplikasi Tokopedia dengan nama bahan kimia yaitu ARSENIK. Selanjutnya bahan kimia tersebut tersangka  terima pada hari sabtu tanggal 19 November 2022,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian pada hari Rabu tanggal 23 November 2022 tersangka mencampurkan bahan kimia ARSENIK di minuman dawet yang dibelinya Di Purworejo. Kemduan dawet itu tersangka  berikan kepada kedua orang tua dan kakak perempuan tersangka.

“Akan tetapi rencana tersebut gagal. Hal itu karena ternyata bahan kimia ARSENIK tersebut kurang bereaksi dan hanya menimbulkan mual-mual, muntah serta diare pada ketiga korban,” paparnya.

Dan selanjutnya tersangka  melakukan browsing kembali bahan kimia yang lebih dapat menumbulkan kematian. Ketemu lain yaitu bahan kimia KALIUM cn.

Lalu pada hari jumat tanggal 25 November tersangka  membeli bahan kimia tersebut di Tokopedia. Dan berencana akan melakukan pembunuhan tersebut pada hari senin tanggal 28 November 2022.

“Kemudian pada hari senin tanggal 28 November 2022 sekitar pukul 07.00 wib saat ibu kandung dan kakak tersangka membuat minuman. Secara diam-diam tersangka memasukan bahan kimia KALIUM cn tersebut kedalam minuman kedua orang tua tersangka  dan kakak kandung tersangka . Yakni dengan menggunakan sendok the dn diaduk agar larut dalam minuman,” jelas Kasat Reskrim Polresta.

Lalu sekitar pukul 07.30 wib kedua orang tua dan kakak perempuan tersangka meminum minuman yang telah tersangka  campur dengan bahan kimia. “Dan selanjutnya selang 5 menit kemudian timbul reaksi mual dan akhirnya kedua orang tua tersangka  dan kakak permpuan tersangka  tidak sadarkan diri dan setelah dilakukan pengecekan sudah tidak tertolong dan meninggal ditempat,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dan ditambahkan PLT Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, tersangka atas perbuatannya, dijerat Pasal 340 KUHP junto 338 KUHP. “Karena ini sudah direncanakan. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Tiga orang dalam satu keluarga meninggal dunia pada Senin (28/11/2022) pagi WIB. Ketiganya merupakan warga Desa Prajenan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Plt Kapolresta Magelang, AKBP Sajarod Zakun mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan sekira pukul 07.30 WIB bahwa ada tiga orang dalam satu keluarga meninggal dunia. Usai mendapat laporan, kemudian menerjunkan tim untuk olah TKP di rumah korban.

”Berawal dari olah TKP dan penyelidikan, ada satu orang yang diamankan. Sementara itu ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Merah Putih untuk visum dan otopsi,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (28/11/2022).

Sajarod menjelaskan, ketiga orang yang meninggal dunia yakni bapak, ibu dan anak pertama (perempuan). Untuk inisial yakni AA (58), HR (54) dan DK (25).

Dia menyebut, ketiga korban ditemukan tergeletak di kamar mandi di dalam rumah. Yang menemukan korban pertama kali yakni anak kedua korban dan ART yang setiap harinya bekerja di rumah tersebut.

”Posisinya ada di dalam kamar mandi yang berbeda-beda. Kebetulan di dalam rumah ada tiga kamar mandi,” ujarnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!