The Power Of Medsos, Kakek Asal Magelang Diketemukan Setelah Hilang 30 Tahun

BNews–MAGELANG-– Seorang kakek asal Magelang ini dikabarkan menghilang selama 30 tahun. Dan akhirnya dirinya ditemukan kembali setelah kekuatan media sosial.

Namanya kakek Muhammad Masim Masruri, 65, yang diketahui merupakan warga Kalisalak Desa Donomulyo Secang. Kini dirinya sudah bisa berkumpul dengan keluarganya kembali setelah dijemput di daerah Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Kejadian penemuan kembali tersebut setelah sebuah akun instagram @Novita**** memosting sebuah iIG story. Dimana postingan tersebut mengabarkan telah menemukan kakek tersebut di daerah Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Akun itu dengan menampilkan dua foto kakek  Masim saat kali pertama ditemukan ; dan foto kakek setelah dipotong dan dimandikan dengan baju koko. Postingan itu diberi keterangan:

‘bantu share dong gank.. Siapa tau ada yang kenal. Beliau hanya ingat Magelang, Kalisalak’.

Selanjutnya pihak keluarga mencoba berkomunikasi dan melakukan penjemputan kakek tersebut.

Tangis haru para kerabat memecahkan suasana setelah kakek tersebut ditemukan kembali.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dilangsir dari Detik.com, setelah kakek tiba di rumahnya tampak banyak didatangi oleh kerabat dan tetangga. Tak sedikit dari mereka yang menangis haru melihat keadaan Pak Sim.

“Sehat. Kula remen saget kepanggih sederek (senang bisa kumpul dengan saudara),” ujar Kakek Masim. Dikutip Detik (25/3/2021).

Kakek Masim berkata dirinya selama ini pergi berjalan kaki. Namun dia tak bercerita banyak tentang kepergiannya itu.

“Riyin mlampah (dulu jalan kaki),” ujar dia.

Kerabat yang ikut menjemput, Nurkhayati, bercerita Pak Sim hanya berkata sepatah-patah kata. Meski saat masih berada di Probolinggo, Pak Sim menangis karena dihubungi keluarganya di Magelang.

“Bicaranya sekecap-sekecap, setelah ditemukan bisa call (video call). Dia hafal dengan nama kedua adiknya. Setelah itu, malamnya nangis terus minta pulang terus,” kata Nurkhayati.

Nurkhayati juga mengungkap keluarga sempat mengira Pak Sim sudah meninggal dunia. Awalnya keluarga tak pantang menyerah mencari keberadaan Pak Sim.

“Mujahadah supaya ditunjukkan ‘kalau bisa pulang biar pulang, tapi kalau nggak di mana jasadnya’. Selang tujuh hari acara itu nggak pulang juga. Dulu pernah ada penemuan mayat di RSU Magelang, keluarga mengecek hampir mirip, tapi di tangan nggak ketemu bekas luka,” ujarnya.

Kala itu, Nurkhayati menyebut keluarga menggelar selamatan layaknya ada orang yang meninggal dunia. Doa bersama maupun pengajian pun dilakukan untuk Pak Sim. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: